Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Penghasilan Tak Pasti, Tentu Puyeng, Ya, Menghitungnya? (Foto: Shutterstock)
Dream – Ketika memilih menjadi seorang wirausahawan, kamu harus siap dengan pendapatan bulanan yang tak menentu. Apalagi, bisnis yang kamu jalankan masih baru.
Pengusaha baru harus berpikir keras untuk menentukan pengeluaran bulanan. Anggaran yang dibuat belum tentu sesuai dengan uang yang diterima.
Menabung juga menjadi hal yang harus dipikirkan masak-masak. Kamu harus memikirkan belanja modal dan investasi. Usaha tak rugi saja sudah Alhamdulillah.
CEO World menyebut ada empat langkah mudah yang bisa kamu lakukan untuk mengelola pendapatan yang tidak menentu.
Pertama, kamu harus menentukan pendapatan minimal, misalnya satu hari sampai satu bulan. Contohnya, kamu punya pendapatan minimal Rp100 ribu per hari, maka sebulan kamu bisa mendapatkan pendapatan sebesar Rp3 juta atau Rp2,6 juta dengan libur empat hari. Kalau sudah ada target, kamu bisa mengatur dengan mudah pengeluaran untuk makan, bayar listrik, sampai jalan-jalan.
Ke dua, buat anggaran dengan skala prioritas. Kamu harus menetukan ke mana uang akan pergi. Pertama, untuk kebutuhan sehari-hari, misalnya makan, bayar rumah, akomodasi sampai transportasi. Setelah dibuat, kamu baru bisa menyisihkan sisa dari pendapatanmu.
Ke tiga, kamu harus mewaspadai kemungkinan ada pengeluaran besar. Pengeluaran besar tanpa perencanaan matang adalah kehancuran. Kamu harus bisa mengantisipasi pengeluaran besar-besaran, seperti pembiayaan asuransi tahunan, pajak, dan liburan musim panas.
Lakukan perencanaan matang sesuai dengan pendapatan minimal kamu. Jika satu bulan bisa menghasilkan Rp3 juta dan pengeluaran kebutuhan sehari-hari menghabiskan Rp2 juta, kamu bisa menyisihkan Rp500 ribu untuk pengeluaran besar.
Ke empat, tentukan dana darurat. Dana ini penting ada agar kebutuhan mendadak bisa diantisipasi. Misalnya, kamu memperkirakan budgeting yang tak sesuai dengan perubahan harga pokok. Atau, ada barang rusak yang harus diperbaiki. Cukup sisihkan 5 persen dari pendapatan minimal untuk dana darurat.
Sumber: Liputan6.com/Athika Rahma
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya