Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Peter Tabichi, Guru Yang Sedekahkan 80% Gaji Buat Orang Tak Mampu (Foto: Facebook Global Teacher Prize)
Dream - Ada keyakinan dalam masyarakat jika sedekah yang kita berikan akan mendapatkan balasan berlipat. Tentu saja amalan itu tak semata dilakukan untuk mencari balasan. Sedekah tetap dilandasi keikhlasan.
Bukti nyata keajaiban sedekah itu dibuktikan seorang guru matematika dan fisiki di Kenya.
Adalah Peter Tabichi, seorang pria yang berprofesi sebagai guru, mendonasikan 80 persen penghasilannya untuk membantu orang yang membutuhkan.
Tabichi mengajar di sebuah sekolah di desa Pwani dengan fasilitas hanya sebuah komputer dan koneksi internet yang buruk. Rasio guru dengan muridnya pun sangat menydihkan. Satu guru harus mengajar 58 murid.
Pria ini tak bisa berharap memperoleh gaji yang tinggi. Hampir sebagian besar muridnya berasal dari keluarga kekurangan dan sepertiganya adalah yatim piatu atau hanya memiliki satu orang tua.
Tabichi mencari konten untuk mengajar dengan mengunjungi warung internet (warnet) lalu mengimplementasikannya di kelas, dikutip dari CNN.
Bergaji kecil bahkan mendonasikan hingga 80 persen, pengabdian sang guru tetap tinggi. Tabichi terus mendorong siswanya belajar.
Dia bahkan membimbing anak didiknya bergabung dengan klub sains agar bisa ikut kompetisi skala nasional dan internasional.
Tekad itu menampakkan hasil. klub sains matematika dari sekolah ini memenuhi syarat untuk bertanding di INTEL International Science and Engineering Fair, Arizona.
Muridnya juga memenangkan penghargaan dari Royal Society of Chemistry setelah memanfaatkan tanaman lokal untuk menghasilkan listrik.
" Setiap hari kami selalu belajar hal baru di Afrika. Hari ini, saya mendapat penghargaan yang begitu besar, bukan untuk menunjukkan eksistensi saya namun untuk menunjukkan eksistensi pemuda benua Afrika," ujar Tabichi.
Dan pengabdian itu terbayar oleh Tabichi. Varkey Foundation Global Teacher Prize memberikannya sebuah penghargaan.
Tabichi menerima penghargaan dari aktor Hugh Jackman. Hadir juga pangeran mahkota Arab Sheikh Hamdan bin Mohammed Al Maktoum. Hadiah bernilai Rp 14 miliar dikantonginya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya