Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Guru Tetap Mengar Meski Menggunakan Masker Oksigen (Instagram @pijahmohamad3)
Dream - Guru disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Besarnya tanggung jawab dan perjuangan guru untuk mencerdaskan generasi muda bangsa takkan pernah bisa dilupakan. Bahkan ketika anak didik telah menjadi orang sukses.
Tak hanya pendidikan yang telah diajarkan, perjuangan guru yang satu ini membuat publik semakin terenyuh. Guru yang mengenakan hijab itu terlihat tetap memaksakan diri mengajar meski harus mengenakan masker oksigen.
Dikabarkan guru tersebut sedang sakit namun tetap berusaha mengajar demi anak didiknya.
Penampakan guru berhijab itu terlihat dari unggahan yang dibuat akun Instagram @pijahmohamad3. Dilihat dari keterangan yang ditulis pengunggah, tampaknya kejadian itu berada di Malaysia.
" Masya Allah, mulianya hati guru ini walaupun dalam keadaan tidak sehat. Ya Allah berikanlah kesembuhan yang sepenuhnya buat guru ini. Allahumma aamiin," tulis @pijahmohamad3.
Tampak di video tersebut suasana kelas yang sedang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Dari posisinya, sepertinya perekam video adalah murid di kelas tersebut.
Kamera kemudian menyorot ke arah meja guru dan terlihatlah seorang wanita berjilbab duduk di sana.

Namun yang menarik perhatian ialah keberadaan masker oksigen yang terpasang menutupi mulut dan hidung guru tersebut.
Terlihat selang terpasang di bagian depan masker dan menancap ke sebuah mesin kecil bewarna putih yang diletakkan di meja.
" (Walau sakit) tetap mengajar anak muridnya," tulis keterangan video.
Dedikasi guru yang tetap mengajar meski memaki masker oksigen itu sukses membuat publik terenyuh. Banyak yang mendoakan kesembuhan sang guru agar bisa kembali mengajar dengan normal.
" Semoga guru dalam penjagaan Allah SWT," tulis @m__dilll
" Semoga diberikan kesembuhan buk . Aamiin Ya Allah," tulis @rozaanitaazmil
" Tetap sehat buu. Aamiin allohumma aamin," komentar @tengkuarrayyan
Lihat postingan ini di Instagram
Dream - Mengabdikan diri sebagai guru mengaji selama puluhan tahun tanpa mau digaji membuat Marsudin menjadi sosok panutan. Hampir 40 tahun Marsudin menjadi guru mengaji Alquran di pelosok Bali. Selama itu pula ia tidak mau diupah.
Dia mengajar warga mengaji dengan ikhlas tanpa ada pikiran ingin mendapatkan materi.
Tak hanya itu, setiap hari Marsudin harus menempuh medan yang berat agar bisa menemui para muridnya untuk mengajar mengaji.
Marsudin harus berjalan cukup jauh melintasi sungai besar yang kapan saja bisa meluap menghanyutkan tubuhnya. Sungai tersebut merupakan jalur lahar Gunung Agung.

Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, Marsudin memilih berjualan kangkung.
Tak kenal lelah tiap hari mencari kangkung, uang hasil penjualan sayuran itu diupayakannya dengan keras oleh Marsudin. Maklum uangnya akan digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari,
" Semua ia lakukan dengan ikhlas sambil terus berikhtiar. Sehari Ust. hanya mendapatkan 20 ribu dari hasil menjual kangkung. Itu pun jika kangkungnya sedang musim panen," dikutip dari website kitabisa.com, Senin 11 April 2022.
Jika tak menerima hasil dari berjualan kangkung, ia akan menjemur sisa nasinya dan sisa nasi milik tetangga. Kemudian menjualnya ke orang yang mencari bahan pakan dan kerupuk.
" Sekilonya dihargai Rp2500," demikian keterann dalam website.
Meski hanya mendapat penghasilan dari berjualan kangkung, Marsudin tak pernah mengeluh. Baginya yang penting ada lauk untuknya dan keluarga yang bisa dimakan.
" Ustad juga terbiasa berpuasa atau bahkan makan nasi aking. Jika memang tak ada uang sepeserpun" .
Meski serba terbatas, Marsudin tidak pernah meminta sepersen pun upah dari ia mengajar mengaji.
Setelah lelah mencari kangkung, dia akan langsung bersiap mengajar para santri di desanya. Satu harapannya, dia ingin anak-anak di desanya mengenal dan menjalankan ajaran agama Islam dengan baik.
Laporan: Nabila Hanum
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan