Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
IHSG, Pasar Modal Syariah, Dan Rupiah Menguat Pada Akhir Pekani Ini. (Foto: Shutterstock)
Dream - Rupiah menunjukan kinerja luar biasa di penutupan pekan pertama Januari 2019. Sentimen penguatan mata uang Nusantara ini menjadi tenaga baru bagi indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bergerak lemah di awal perdagangan.
Banjir aksi beli jelang penutupan, membuat indeks syariah berhasil membalikkan keadaan. Tiga indeks acuan saham syariah ini kompak menguat di penutupan perdagangan harian BEI, Jumat, 4 Januari 2019.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mencatat penguatan sebesar 1,150 poin (0,62%) ke level 186,359. ISSI sempat memerah di awal sesi saat melemah ke level 184,717. Namun laju pelemahan itu hanya berjalan sekitar 1,5 jam.
ISSI menutup sesi perdagangan siang di zona hijau dan terus bergerak menguat ke level tertingginya di sesi penutupan.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut bergerak naik 6,442 poin (0,93%) ke level 701,742.
Sementara indeks JII70, menanjak 1,943 poin (0,84%) ke level 232,343.
Amunisi baru dari penguatan rupiah yang cukup tinggi mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik cukup tinggi. Mengaut 53,530 poin (0,86%), IHSG memantapkan posisinya ke level 6.274,540.
Emiten pertambangan yang kemarin dijauhi investor kali ini malah ramai pembeli. Indeks sektor komoditas ini meroket sampai 3,6 persen. Penguatan indeks ini diikuti oleh sektor keuangan yang naik 1,07 persen dan barang konsumsi 0,94 persen.
Sebaliknya indeks sektor pertanian terkoreksi 0,49 persen, properti 0,33 persen, dan industri aneka 0,03 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah ITMG yang harganya melesat Rp1.675, UNTR Rp1.425, FASW Rp400, UNVR Rp300, dan INDY Rp285.
Sebaliknya, harga saham TCID terkoreksi Rp1.100, MKPI Rp1.050, INTP Rp275, FIRE Rp175, dan POLL Rp155.
Dari pasar uang, pukul 16.13, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah melemah 195 poin (1,37%) ke level Rp14.221.
Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga mencatat penguatan rupiah di sejumlah bank di Tanah Air. Hari ini mata uang Negeri Paman Sam itu harus terkulas lemas 124 poin ke level Rp14.350. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya