Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pengusaha Perancis Asal Algeria, Rachid Nekkaz. (Sumber: Metro.co.uk)
Dream – Semenjak serangan di Nice, Perancis, terjadi, pemerintah Perancis melarang pemakaian burkini di pantai negara mereka. Siapa pun yang mengenakannya, akan dijatuhi denda sebesar 32 poundsterling atau Rp561,07 ribu.
Tapi, ada, lho, yang menolak aturan larangan burkini di pantai. Siapa dia?
Dilansir dari Metro.co.uk, Kamis 25 Agustus 2016, seorang pengusaha Perancis kelahiran Algeria, Rachid Nekkaz, mengklaim akan membayar denda bagi seorang wanita yang diminta polisi untuk melepas burkini.
“ Saya memutuskan akan membayar semua denda yang dijatuhkan kepada wanita yang mengenakan burkini,” kata dia kepada CNN.
Tujuannya sangat mulia. Nekkaz ingin menjaga kebebasan berpakaian seorang wanita, terutama seorang muslimah. Tak hanya itu, dia juga ingin menyuarakan aturan yang dinilai tidak adil itu.
Apa itu burkini? Burkini adalah pakaian renang khusus bagi muslimah. Pakaian ini merupakan kombinasi dari burqa dan bikini. Seperti yang diketahui, muslimah yang mengenakan pakaian muslim ini di pantai Perancis, akan dikenakan denda. Tak hanya itu, dia akan diminta untuk melepas burkininya.
© Dream
Dream - Beberapa negara Eropa menerapkan peraturan yang ketat bagi wanita yang memakai burka, misalnya Perancis dan Belgia. Mereka akan didenda jika kedapatan mengenakan burka di jalanan.
Namun, seorang pebisnis Perancis keturunan Aljazair Rachid Nekkaz secara sukarela membayar denda bagi para muslimah yang memakai burka itu.
Nekkaz yang beristrikan seorang wanita Perancis keturunan Amerika, bahkan sudah menyediakan jutaan euro untuk membayar denda bagi para muslimah.
Diperkirakan sekitar 400 hingga 2.000 wanita Perancis selalu memakai burka dalam kesehariannya. Bagi wanita yang kedapatan mengenakan burka di jalanan, pemerintah Perancis akan mengenakan denda sebesar 150 Euro.
Nekkaz menegaskan, dia dan istrinya melakukan hal ini tidak dilandasi agama tapi melihat aturan itu merupakan bentuk penghinaan hak-hak konstitusional rakyat Perancis.
" Bagi wanita yang ingin memakai burka, tidak usah khawatir. Meski mereka mendapat denda, silakan melakukannya lagi (memakai burka) dan kami akan mengganti biaya denda," ujar dia.
© Dream
Cecile Le Roux, istri Nekkaz, menegaskan ia dan suaminya juga tidak mendukung burka. Menurutnya, sungguh tidak nyaman berbicara dengan orang yang mengenakan burka karena tidak bisa mengenali wajahnya.
Namun yang menjadi perhatiannya adalah hak individu yang melekat pada setiap orang. " Saya yakin dengan kebebasan individu yang dianggap suci di negara Barat yang demokratis ini," katanya.
Pasangan ini telah menyisihkan sekitar 200.000 euro dari uang mereka sendiri dan 50.000 Euro lainnya didapatkan melalui donasi. Uang tersebut digunakan untuk membayar denda. Pada 2011, Nekkaz diberitakan telah membayar denda 2 muslimah yang terkena denda saat mengenakan burka.
© Dream
Eric Raoult, anggota parlemen Perancis, yang ikut menyusun aturan larangan memakai burka itu, mengatakan bahwa langkah Nekkaz sebagai sesuatu yang sia-sia. Menurutnya, Nekkaz seharusnya ikut memberikan penjelasan soal inti larangan memakai burka kepada pemakaiannya.
Raoult mengatakan larangan memakai burka bukan bertujuan untuk menghukum pemakaiannya tapi memberikan pilihan agar mereka tidak mengenakannya lagi.
Apalagi, akhir-akhir ini dia melihat banyak wanita muda yang sudah tidak lagi memakai burka tapi memakai kerudung sehingga wajah mereka kelihatan.
Dari berbagai sumber)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya