Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sebuah pesan WhatsApp memperingatkan penduduk Abu Dhabi tentang sekelompok kriminal yang suka menghipnotis korban dan mengambil tasnya. Kelompok kriminal itu bahkan berani beraksi di siang bolong.
Seperti dikutip dari Gulf News, Jumat, 17 April 2015, pesan audio berdurasi satu menit dalam bahasa Malayalam itu, milik seorang pria yang mengaku telah mendengar berita di sebuah saluran radio.
" Selamat malam semua! Ini adalah sebuah pesan yang baru saya dengar di radio. Waspadalah terhadap orang asing yang mendekati Anda di jalan-jalan dan mengajak berbicara. Selama beberapa menit kemudian, Anda tidak akan tahu apa yang terjadi pada Anda. Seolah-olah Anda kehilangan kesadaran dan sedang berada dalam pengaruh hipnotis. Pada saat itu mereka akan mengambil dompet atau tas Anda," kata pesan suara yang diterima GulfNews XPRESS dari seorang warga Abu Dhabi.
Sampai saat ini keaslian pesan itu tidak dapat diverifikasi dari sumber-sumber resmi. Polisi Abu Dhabi juga belum mengeluarkan komentarnya.
Tapi banyak warga yang berbicara kepada XPRESS mengatakan mereka telah menerima pesan yang sama.
" Banyak rekan saya sudah mendapat pesan ini. Kita tidak tahu apakah itu benar," kata Abdul Gaffoor, seorang warga Abdul Dhabi.
Smitha Rajagopal, seorang ibu rumah tangga di Mussafah, mengatakan beberapa orang di grup WhatsAppnya bahkan mengaku sebagai korban.
" Kami tidak tahu sumbernya. Tapi lebih baik berhati-hati. Jadi saya juga meneruskan pesan itu ke teman-teman saya di Abu Dhabi," kata Rajagopal.
Pesan dalam WhatsApp itu mengklaim bahwa banyak orang telah menjadi korban penjahat hipnotis ini. Mereka telah kehilangan uang dan kartu kredit mereka. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya