Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Industri teknologi di dunia benar-benar menghadapi ujian sejak akhir tahun 2022 hingga awal 2023 ini. Setelah melanda sejumlah startup, kini raksasa mesin pencarian Google turut merasakan imbasnya.
Alphabet Inc, perusahaan induk Google telah mengumumkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada enam persen karyawannya atas setara dengan 12.000 pekerja.
Chief executive officer (CEO) Google Sundar Pichai mengatakan PHK merupakan bagian dari upaya tegas perusahaan merespons pertumbuhan yang melambat.
" Jika Anda tidak bertindak dengan jelas dan tegas dan dini, kami dapat memperparah masalah dan membuatnya jauh lebih buruk," kata Pichai dilansir dari Fortune, Jumat, 27 Januari 2023.
“ Ini adalah keputusan yang perlu saya buat,” sambungnya.
Keputusan sang CEO membuat para karyawannya terkejut, meskipun spekulasi tentang PHK telah berputar-putar selama berbulan-bulan.
Meski memastikan terjadinya PHK, Pichai menekankan bahwa keputusan pemangkasan jumlah karyawan telah melalui pertimbangan yang sangat cermat. " Prosesnya jauh dari acak," katanya.
Chief People Officer Google Fiona Cicconi dalam pertemuan dengan karyawan mengatakan jumlah tenaga kerja Google memaksa para eksekutif untuk mempertahankan lingkaran pembuat keputusan yang relatif kecil.
“ Di dunia yang ideal, kami akan memberikan peringatan kepada para manajer, tetapi kami memiliki lebih dari 30.000 manajer di Google,” kata Cicconi.
“ Kami ingin memberikan kepastian lebih cepat,” imbuh Fiona.
Eksekutif lain mengatakan paket pesangon telah disusun untuk memberi penghargaan kepada pekerja dengan masa kerja yang lama di perusahaan.
Chief Financial Officer Alphabet Ruth Porat menekankan dalam pertemuan tersebut bahwa pemotongan itu dimaksudkan untuk membebaskan perusahaan untuk terus berinvestasi dalam prioritas utama.
“ Bertindak lebih awal, dan Anda kemudian menciptakan kapasitas untuk berinvestasi untuk pertumbuhan jangka panjang,” kata Porat. " Sesulit ini, itu adalah takeaways."
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya