7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Tak Sedikit Orang Membuat Tabungan Bersama Untuk Pernikahan. (Foto: Shutterstock)
Dream – Bagi yang ingin menapaki fase serius, sepasang kekasih tentu akan memikirkan keuangan untuk masa depan. Mengingat biaya resepsi yang setiap tahun terus naik, banyak pasangan muda yang membuak tabungan bersama untuk menyiapkan biaya resepsi, mas kawin, hingga bulan madu.
Setiap pasangan biasanya akan rutin menyetor jatah penghasilannya ini untuk tabungan bersama. Dengan cara ini diharapkan biaya menikah yang jumlah puluhan hingga ratusan juta rupiah bisa terkumpul dengan cepat.
Lebih menyenangkan lagi uang hasil jerih payah berdua itu akan membuat pasangan tidak lagi merepotkan orang tua ketika hendak menikah.
Namun, pernahkah terlintas bagaimana jika kalian berdua putus hubungan? Bagaimana nasib tabungan berdua? Apakah akan dibagi dua?
Masalah ini akan menjadi perselisihan jika kamu dan pasangan saling egois. Sebaiknya, dipikirkan dulu baik dan buruknya sebelum membuat tabungan bersama kekasih.
Apa saja yang harus diperhatikan? Berikut ini ulasannya, dikutip dari Cermati, Selasa 13 Oktober 2020.
Masalah uang sangat sensitif, tak mengenal keluarga, bahkan saudara. Hubungan orang tua dan anak saja bisa berujung ke meja hijau jika berhubungan dengan masalah uang. Apalagi ini, yang hanya statusnya pacaran.
Dalam mengelola tabungan bersama, biasanya akan terungkap perbedaan caramu dan pasangan dalam mengatur keuangan. Sikap tidak jujur akan menimbulkan perdebatan.
Jika sampai berlarut-larut, bukan tidak mungkin akan membuat hubunganmu dan pasangan berantakan. Tentu berakhir dengan kata “ putus”.
Sebaiknya jangan sampai ada yang tahu tentang tabungan bersama pasangan, terlebih keluargamu. Tak semua orang menyukai cara seperti itu.
Pasti saja ada yang berkomentar miring dan ikut campur. Mulai dari memberi prasangka buruk, seperti tabungan bersama hanya akal-akalan pihak pria atau tabungan akan dikuasai pihak wanita.
Kalau terpengaruh, rencana menikah hanya dengan si dia tinggal kenangan.
Semua orang yang menjalin hubungan serius dengan kekasihnya, tentu berharap sampai ke pelaminan. Tapi, banyak juga yang putus walaupun sudah berpacaran bertahun-tahun.
Kalau sudah putus, kamu akan dihadapkan dengan persoalan rumit, yaitu pembagian gono gini alias uang tabungan sudah terkumpul.
Bisa jadi, kamu dan pasangan saling ngotot mengenai besaran uang. Kamu atau pasanganmu yang lebih banyak dan lebih besar menabung. Ini akan menjadi masalah besar bila tidak ada yang mau mengalah.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?