6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Mobil Mewah Yang Diremukkan Duterte Ini Konon Selundupan (Foto: Bea Cukai Filipina)
Dream - Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerintahkan penghancuran 30 unit mobil mewah yang diyakini sebagai selundupan selundupan. Padahal, harga mobil-mobil itu sangat mahal.
Total nilai harga ke-20 unit mobil yang dihancurkan dengan buldozer di halaman kanotor Bea Cukai Manila, Filipina ditaksir mencapai US$1,2 juta, setara Rp16 miliar. Penghancuran ini sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-116 Bea Cukai Filipina.
Sementara itu, 10 mobil lainnya dihancurkan di Davao dan Cebu, dikutip Dream dari ABC News, Rabu, 7 Februari 2018.
Duterte mengeluarkan perintah penghancuran ini dalam upaya untuk menekan korupsi di lingkungan Bea Cukai. Beberapa merek kendaraan yang dihancurkan seperti Lexus, BMW, Merdeces Benz, Audi, Jaguar, dan Corvette Stingray.
" Kegiatan semacam ini telah berulang-ulang terjadi selama berabad-abad lamanya," kata Duterte. " Yah, itu harus dihentikan," kata dia melanjutkan.

Sejak menjabat sebagai Wali Kota Davao, Duterte dikenal dengan sikap kerasnya terhadap kejahatan. Duterte tidak menunjukkan belas kasihan kepada penjahat, terutama bandar narkoba.
" Tidak ada anak-anak saya yang menggunakan narkoba," kata Duterte dalam debat pencalonan presiden April 2017.
Perang Duterte terhadap narkoba telah menciptakan kontroversi atas penghinaan keras terhadap Amerika Serikat dan negara-negara lain.
Dalam sebuah pidato di Manila pada musim gugur 2016, dia mengatakan kepada Presiden AS Barack Obama untuk " pergi ke neraka" lantaran mempertanyakan taktik melawan narkoba.
Duterte bahkan mengancam memutuskan hubungan dengan Amerika Serikat dan mengalihkan kerja sama perdagangan dengan China atau Rusia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
