Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Foto: Forbes.com
Dream - Orang terkaya di India dan Asia, Gautam Adani berhasil naik peringkat dalam deretan miliarder dunia Real-Time versi Forbes. Adani naik satu peringkat dan telah mengisi posisi ke empat setelah Bill Gates mendonasikan US$20 miliar atau Rp300 triliun
Dikutip dari Forbes, Rabu 20 Juli 2022, pendiri Microsoft itu menymbangkan uangnya kepada Yayasan Bill & Melinda Gates bulan ini sebagai bagian dari upaya yayasan untuk meningkatkan pemberian tahunannya sebesar 50 persen pada tahun 2026.
Dalam daftar Real Time Billionaires Forbes, kekayaan Adani saat ini tercatat sebesar US$112,6 miliar atau Rp1.689 triliun saat ini. Sedangkan kekayaan Gates sebesar US$103 miliar atau Rp1.544,6 triliun.
Di samping itu, Adani berhasil menyalip miliarder India lainnya yaitu Mukesh Ambani untuk menjadi orang terkaya di Asia pada Februari. Dia bernilai US$ 90,1 miliar pada saat itu dan berada di peringkat kesepuluh di dunia.
Adani merupakan seorang taipan infrastruktur yang memiliki saham di enam perusahaan publik dan beroperasi di bidang listrik, energi hijau, gas, pelabuhan, dan banyak lagi.
Menurut laman Sugermint, Adani lahir dalam keluarga Gujarati-Jain pada 24 Juni 1962 di Ahmedabad, Gujarat. Ayahnya merupakan seorang pedagang tekstil. Pria yang memiliki 7 saudara kandung ini ikut orang tuanya bermigrasi dari kota kecil Tharad di bagian utara Gujarat. Orangtuanya berharap bisa mendapatkan kesempatan yang lebih baik bagi keluarganya.
Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, dia mendaftar kuliah di Universitas Gujarat, namun menyadari bidang akademisi tidak cocok dengannya, sehingga ia pun memilih putus kuliah setelah tahun ke dua.
Pada 1978, Adani memutuskan pindah ke Mumbai, kota impiannya dengan hanya berbekal 100 rupee. Dia pun bekerja sebagai penyortir berlian untuk Mahendra Brothers selama 2-3 tahun. Pada saat yang sama, dia mendirikan perusahaan pialang berlian sendiri di Zaveri Bazaar, pasar perhiasan Mumbai yang terkenal.
Selanjutnya pada 1981, kakak laki-lakinya, Mansukhbhai Adani membeli unit bisnis plastik di Ahmedabad dan mengajaknya mengelola bisnis tersebut.
Adani pun memulai bisnis impor polimer primer untuk industri kecil pada 1985. Tiga tahun kemudian, dia mendirikan Adani Exports Limited, perusahaan induk dari Grup Adani. Saat ini, perusahaan itu dikenal sebagai Adani Enterprises Limited, di mana awalnya bergerak di bidang listrik dan komoditas pertanian.
Adani Enterprises Limited mendiversifikasi bisnisnya ke bidang logistik, sumber daya, energi, kedirgantaraan, pertanian, pertahanan, dan lainnya. Sedangkan Adani Exports Limited terlibat dalam pengembangan dan operasi pelabuhan di India.
Lalu, pada 1991, Adani mulai mengembangkan usahanya ke bidang perdagangan produk agro, tekstil, dan logam.
Pada 1993, Adani mendapat kontrak dari Pemerintah Gujarat untuk outsourcing manajerial Pelabuhan Mundra. Dua tahun kemudian, Adani memulai dermaga pertamanya yang dioperasikan oleh Pelabuhan Mundra dan Kawasan Ekonomi Khusus.
Pelabuhan Mundra memiliki kapasitas lebih dari 200 juta ton kargo per tahun dan merupakan pelabuhan sektor swasta terbesar di India.
Setahun setelahnya, Adani mendirikan Adani Power Limited. Adani Power memiliki pembangkit listrik termal 4.620 MW. Adani Power Limited adalah produsen listrik termal swasta terbesar di India.
Adani memasuki bisnis pembangkit listrik pada 2006. Pada 2009 hingga 2012, dia mengakuisisi Abbot Point Port di Australia dan Carmichael Coal di Queensland.
Diketahui, Adani memiliki 75 persen saham di Adani Transmission, 75 persen saham di Adani Enterprises, 66 persen saham di Adani Ports & SEZ Limited, 73 persen saham Adani Power.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya