5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Aliko Dangote (tengah), Orang Terkaya Dunia Asal Afrika Yang Memborong Mobil Buatan Indonesia (Foto: Instagram @dangotegroup)
Dream – Miliarder dari tanah Afrika yang masuk daftar orang terkaya dunia memborong puluhan ribu mobil buatan Indonesia. Yang cukup mengejutkan kendaraan yang diborong sang miliarder bukan berasal dari merek ternama melainkan mobil buatan putra bangsa.
Miliarder pemborong mobil buatan Indonesia itu adalah Aliko Dangote. Namanya termasuk salah satu orang terkaya di Afrika dan masuk dalam daftar miliader terkaya dunia versi Bloomberg tahun ini.
Sementara puluhan ribu mobil buatan putra Indonesia yang dipesannya kendaraan yang diberi nama Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes)

Kabar pembelian mobil AMMDes sebetulnya sudah muncul pada tahun 2020 lalu. Namun sosok pemborong mobil ini baru diketahui pada tahun ini.
Dangote diketahui sosok dibalik bisnis Dangote Industries yang berdiri pada 1981 silam. Dia memulai bisnisnya tersebut secara mandiri sejak usia 21 tahun.
Dapat diketahui jumlah kekayaan Dangote meningkat menjadi USD 17,8 Miliar atau setara dengan Rp 256 triliun. Padahal tahun lalu kekayaan Dangote diketahui sebesar USD 14,8 miliar atau setara Rp 213 triliun.
Dangote rupanya sudah menjadi orang terkaya di Afrika selama 8 tahun berturut-turut. Ia juga menjadi satu-satunya orang Nigeria dalam daftar 120 miliarder kelas dunia teratas.
Perusahaan yang berbasis di Lagos, Nigeria ini memiliki produsen semen terbesar di Sub-Sahara Afrika, Dangote Cement.
Perusahaan semen tersebut membukukan laba bersih sebesar NGN 191,6 miliar atau setara Rp 6,6 triliun. ‘Dangote Industries’ juga menjalankan perdagangan gula, garam, pupuk dan makanan kemasan.
Dari bisnis yang dikelolanya, Dangote dilaporkan memiliki kekayaan yang meningkat menjadi US$ 17,8 Miliar atau setara dengan Rp 256 triliun di tahun ini. Setahun lalu kekayaan Dangote diketahui sebesar US$ 14,8 miliar atau setara Rp 213 triliun.
Dangote dikenal sebagai salah satu pebisnis yang memegang julukan orang terkaya di Afrika selama 8 tahun berturut-turut. Ia juga menjadi satu-satunya orang Nigeria dalam daftar 120 miliarder kelas dunia teratas.

Aliko Dangote bercerita mengenai pengalaman masa mudanya, di mana ketika dia masih muda, dia membeli permen, memberikannya kepada orang lain untuk dijual, dan dia tetap mendapat untung.
Aliko Dangote adalah satu-satunya orang Nigeria yang masuk dalam puncak tahunan daftar miliarder dunia versi Bloomberg.
Tak hanya Dangote, 3 orang Afrika lainnya juga masuk dalam daftar berasal dari Afrika Selatan. Mereka adalah Johann Rupert dengan kekayaan sebesar USD 10,1 miliar (Rp 145 triliun), Nicky Oppenheimer dengan kekayaan sebesar USD 7,8 miliar (Rp 112 triliun), dan Natie Kirsh dengan kekayaan sebesar USD 7,15 miliar (Rp 102 triliun).
Kemudian, Nassef Sawiris dari Mesir juga termasuk dalam daftar miliarder Afrika dengan kekayaan sebesar USD 6,93 miliar (Rp 99,6 triliun).
Melansir dari Forbes dan Vanguard, Minggu (22/8), Bloomberg Billionaires Index mengumumkan peringkat harian orang-orang terkaya di dunia.
Bloomberg berusaha untuk memberikan perhitungan paling transparan dan setiap profil miliarder dilengkapi dengan analisis terperinci terkait bagaimana kekayaan orang tersebut dihitung.
Indeks adalah ukuran dinamis kekayaan pribadi berdasarkan perubahan pasar, ekonomi, dan pelaporan Bloomberg. Kekayaan bersih akan diperbarui setiap hari kerja setelah penutupan perdagangan di New York.
Saham di perusahaan publik dinilai menggunakan harga penutupan terakhir saham. Valuasi akan dikonversi ke dolar AS dengan nilai tukar saat ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?