Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ada Pria Yang Rela Mengeluarkan 70 Persen Gajinya Untuk Merawat 80 Ekor Kucing. (Foto: Shutterstock)
Dream – Kecintaan Abu Zarin terhadap kucing bukan kaleng-kaleng. Pria asal Malaysia ini rela menyisihkan 70 persen gaji untuk memberi makan 80 ekor kucing. Ya, 80 ekor kucing peliharannya.
Dikutip dari World of Buzz, Kamis 28 Maret 2019, petugas SPBU ini memiliki gaji sebesar 1.100 ringgit (Rp3,83 juta) per bulan.
Dia menyisihkan uang sebesar 780 ringgit (Rp2,71 juta) untuk memberi makan puluhan kucing di rumahnya. Itu artinya Zarin hanya memiliki 300 ringgit (Rp1,04 juta) untuk kebutuhan sehari-hari.
Dengan uang yang dikeluarkan, pria berusia 60 tahun ini ingin memastikan kucing-kucingnya mendapatkan makan yang cukup. Pria penyuka kucing itu juga tak keberatan untuk makan sederhana.
“ Saya tak keberatan untuk makan yang sederhana, tapi kami nyaris tak pernah punya uang yang cukup untuk makan,” kata dia.

Zarin mengatakan, untuk mencari tambahan, dia memulung kaleng dan botol bekas.
Barang-barang itu dikirim ke pabrik daur ulang. Dikatakan bahwa di dekatnya ada banyak barang-barang daur ulang, seperti kardus, botol, dan kaleng.
“ Jadi, saya memungut dan menjualnya untuk menutup biaya makanan kucing,” kata dia.
Setidaknya, Zarin bisa memastikan kucing-kucingnya mendapatkan makanan tiga kali sehari.
Ada cerita sendu di balik Zarin yang suka cita merawat dan membesarkan 80 ekor kucing. Dikatakan bahwa puluhan kucing ini dianggap sebagai anak.
Zarin dan sang istri belum dikaruniai keturunan sejak membangun rumah tangga 15 tahun yang lalu.

Pria itu juga simpati terhadap kucing-kucing jalanan. Jika kucingnya mati, Zarin menangis. “ Saya tak suka melihat kucing disiksa, ditendang, atau ditabrak,” kata dia.
Zarin mengatakan tak bisa memelihara kucing-kucingnya ketika berada di Seri Manjung, Perak. Tapi, setelah pindah ke Alor Gajah, Melaka, dia bisa membangun kandang khusus kucing-kucing. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam