Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketua DPR Yang Juga Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto
Dream – Drama penjemputan paksa Ketua DPR Setya Novanto oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memulai babak baru. Pria yang akrab dipanggil Setnov ini menjadi perbincangan setelah lenyap ketika hendak dijemput KPK.
Setnov karena beberapa kali mangkir dari panggil KPK terkait kasus dugaan korupsi e-KTP. KPK telah menetapkan status tersangka kepada Ketua Umum Partai Golkar itu.
Dalam penjemputan paksa semalam di rumahnya di Jalan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Yang lebih mencengangkan lagi, rumah itu tingkat empat dan ternyata di sana harga tanahnya gila-gilaan. Bisa mencapai Rp80 juta per meter persegi.
Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghada, mengatakan harga tanah di daerah Kebayoran Baru ini sangat wah.
Harga tanah di daerah itu sangat tinggi. Satu meter perseginya bisa menembus angka Rp60 juta-Rp100 juta. Belum lagi rata-rata rumah-rumah elit di sana luasnya di atas 500 meter persegi.
" Harga rumah di sana bisa mencapai Rp60 miliar-Rp100 miliar, bahkan lebih," kata Ali saat berbincang dengan Dream, Kamis 16 November 2017.
Satu pertanyaan timbul di benak. Seberapa kaya Setnov?
Menurut data LHKPN KPK, Setnov melaporkan kekayaannya pada tahun 2015. Saat itu, harta Setnov senilai Rp114,77 miliar, sementara harta berupa uang dolar AS senilai US$49.150 (Rp655,57 juta).
Harta Setnov pada tahun 2015 lebih banyak daripada tahun 2009 yang sebesar Rp73,78 miliar dan US$17.781 (Rp240,77 juta).
Pimpinan DPR ini mencatat nilai harta tertinggi di aset tak bergerak yang berupa tanah dan bangunan. Pada tahun 2015, asetnya sebesar Rp81,73 miliar. Angka ini meningkat dari aset 2009 sebesar Rp49,06 miliar. Ada 23 tanah dan bangunan yang dia miliki.
Misalnya, dia memiliki tanah dan bangunan seluas 763 meter persegi dan 800 meter persegi di Jakarta Selatan. Nilainya mencapai Rp13,26 miliar. Ada juga tanah dan bangunan seluas 1.259 meter persegi di Jakarta Barat yang senilai Rp13,16 miliar.
Untuk harta bergerak, Setnov memiliki aset senilai Rp2,35 miliar. Jumlahnya merosot dari aset 2009 yang tercatat sebesar Rp3,02 miliar. Benda tak bergerak ini berupa mobil-mobil. Ada juga mobil mewah seperti Toyota Vellfire yang senilai Rp900 juta dan Toyota Alphard Rp600 juta.
Setnov juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya berupa logam mulia dan batu mulia dengan nilai total Rp932,5 juta.
Bagaimana dengan surat berharga? Setnov ini juga memiliki investasi di surat berharga dengan nilai total Rp8,45 miliar. Dia juga miliki giro dan setara kas senilai Rp21,29 miliar dan duit dolar AS sebanyak US$49.150.
Lalu, berapa harta kekayaan Setya Novanto sekarang? Hingga kini belum ada informasi terkini dari LHKPN. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya