Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Ilustrasi (Foto: Pixabay.com)
Dream – Ketika mendirikan sholat dhuha, kita dianjurkan membaca surat Ad Dhuha pada rakaat kedua setelah membaca surat Al Fatihah. Ternyata surat Ad Dhuha menyimpan banyak keutamaan dan manfaat luar biasa.
BACA JUGA: Waktu Sholat Dhuha Yang Sesuai Hadis Juga Niat Dan Doanya
Surat Ad Dhuha merupakan surat yang ke-93 dalam mushaf Al-qur'an. Surat ini tergolong ke dalam Makiyyah karena diturunkan di Kota Mekkah. Surah yang terdiri dari 11 ayat ini disebut dengan ad Dhuha karena memiliki arti waktu dhuha.
Nama ad-Duha dalam surat ini diambil dari sumpah Allah pada ayat pertama, " demi waktu duha" , yaitu waktu ketika matahari sudah naik sekitar sepenggalah. Surat ini diturunkan setelah beberapa waktu Nabi Muhammad tidak mendapatkan wahyu dari Allah. Hal ini membuat kaum kafir Mekah menghina beliau dengan ucapan semacam " Muhammad sudah tidak dipedulikan Tuhannya" .
Lebih jelasnya di bawah ini dijelaskan asbabun nuzul surat Ad Dhuha lengkap dengan arab, latin dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia.
Diriwayatkan oleh Said bin Manshur dan Al Farabi yang bersumber dari Jundub bahwa Jibril untuk beberapa lama tidak datang kepada Nabi Saw. Berkatalah kaum musyrikin, “ Muhammad telah ditinggalkan.” Maka turunlah ayat-ayat ini (ad Dhuha 1-3) yang membantah ucapan mereka.

Sementara itu, diriwayatkan oleh Al Hakim yang berusmber dari Zaid bin Arqam bahwa berhari-hari Rasulullah Saw tidak didatangi Jibril, Berkataah Ummu Jamil, istri Abu Lahab: “ Aku berkesimpulan bahwa sahabatmu (Jibril) telah meninggalkan engkau dan marah kepadamu.” Maka turunlah ayat-ayat ini (ad dhuha 1-3) yang membantah anggapan Ummu Jamil ini.
Diriwayatkan oleh Al Aswad bin Qais, bahwa Jundub bin Sufyan mengisahkan, seorang dari kaum kafir tersebut, Ummu Jamil binti Harb, istri Abu Lahab, berkata kepada Muhammad, " Wahai Muhammad, aku benar-benar berharap setanmu (yang dimaksud malaikat Jibril) telah meninggalkanmu. Sebab, aku tidak lagi melihatnya sejak dua hari atau tiga hari ini." (H.R. Bukhari 4569).

Sebagai jawaban atas ucapan itu, diturunkanlah Surat ad-Dhuha yang menegaskan, Allah sama sekali tidak meninggalkan atau memurkai Muhammad. Sebaliknya, Allah selalu menjaga beliau tanpa terputus. Dalam Surat ad Dhuha juga diterangkan larangan berbuat buruk terhadap anak yatim dan orang yang meminta-minta. Dan surat ini juga ditutup dengan perintah untuk kita selalu bersyukur terhadap nikmat Allah.
Surat ad Dhuha juga dapat diamalkan ketika melaksanakan sholat Dhuha. Berdasarkan hadis, Zaid bin Arqam meriwayatkan, " Rasulullah SAW keluar menemui penduduk Quba di saat mereka melaksanakan sholat Dhuha, lalu Rasulullah SAW bersabda, 'Sholat Dhuha dilakukan apabila anak anak unta telah merasa kepanasan (karena tersengat matahari).'" (HR. Muslim dan Ahmad bin Hanbali). Nah, untuk itu berikut surat ad Dhuha ayat 1 sampai 11.

Berikut bacaan surat ad Dhuha arab, latin serta terjemahan Bahasa Indonesia:

Artinya: Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah),

Artinya : Demi malam apabila telah sunyi,

Artinya : Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu,

Artinya : Sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan.

Artinya : Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.

Artinya : Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),

Artinya : Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk,

Artinya : Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

Artinya : Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.

Artinya : Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya).

Artinya : Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).
(Dilansir dari berbagai sumber)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya