Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Ilustrasi
Dream - Industri asuransi syariah Malaysia berambisi menambah pemegang polis dalam waktu lima tahun ke depan. Mengikuti perkembangan zaman, para pelaku bisnis takaful ini pun melirik bidang teknologi digital sebagai target investasinya.
Harapannya, promosi dan investasi lewat teknologi investasi mampu menarik nasabah khususnya dari kalangan anak muda.
" Operator takaful atau asuransi syariah juga berupaya meningkatkan kesadaran tentang asuransi untuk meningkatkan jumlah nasabah menjadi 8,4 juta pada tahun 2020 yang saat ini mencapai 4 juta nasabah," ujar Ketua Asosiasi Takaful Malaysia, Ahmad Rizlan Azman mengutip laman Bloomberg, Jumat, 19 Juni 2015.
Operator takaful Malaysia memang punya ambisi besar. Para pelaku bisnis berencana meningkatkan pangsa pasar hampir dua kali lipat dari 14 persen pada 2014 menjadi 25 persen.
Bisnis asuransi syariah di Asia Tenggara memiliki potensi untuk mengejar ketinggalan dari Arab Saudi. Laporan Ernst & Young LLP menyebutkan potensi ini muncul dari semakin meningkatnya populasi penduduk muda dan pertumbuhan ekonomi yang kuat.
E&Y memperkirakan aset keuangan syariah akan naik sampai US$ 20 miliar pada 2017 dari yang diperkirakan sebelumnya US$ 14 miliar pada tahun lalu.
" Masih banyak yang harus dilakukan dalam meningkatkan kesadaran takaful di antara warga Malaysia," kata Mohamed Hassan Kamil, managing director Syarikat Takaful Malaysia Bhd yang berbasis di Kuala Lumpur.
" Dengan kurang dari 60 persen populasi penduduk Malaysia memiliki asuransi jiwa atau takaful keluarga, masih ada potensi untuk naik ke yang lebih tinggi," tambahnya.
Aset asuransi syariah di ASEAN diperkirakan tumbuh US$ 6,4 miliar pada 2016 dari US$ 4,2 miliar pada tahun 2014, menurut laporan E&Y. Negara ASEAN menyumbang 30 persen dari pasar takaful global yang dipimpin oleh Indonesia dan Malaysia. Sementara 48 persen pasar takaful dikuasai Arab Saudi.
" Kami menargetkan mereka yang underserved dan nasabah muda yang memasuki dunia kerja," kata Ahmad Rizlan, CEO Etiqa Takaful Bhd.
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?