Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Laju positif indeks saham syariah belum terhentikan. Situasi bursa regional yang relatif stabil membuat pelaku pasar berspekulasi mengoleksi saham-saham yang masih murah.
Kembalinya dana asing juga menjadi kabar baik bagi pelaku pasar. Nett buy asing yang naik signifikan membuat saham sektor keuangan berpesta.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 19 Juni 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 0,589 poin (0,37%) ke level 159,866.
ISSI sepanjang perdagangan cukup nyaman melaju di zona positif. ISSI bahkan sempat menembus level tertinggi di 160,167 dan terendah di 159,379.
Sebanyak 101 emiten syariah menyambut libur akhir pekan dengan bergerak menguat. Sementara 64 lainnya tertekan aksi jual dan 58 emiten bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,13 triliun dengan 31,84 miliar saham syariah yang berpindahtangan.
Saham-saham bluechips syariah juga masih melaju positif menyambut libur akhir pekan. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat 1,765 poin (0,27%) ke level 666,820.
Hampir separuh atau 14 emiten syariah ditutup menguat. Sementara 9 emiten JII terserang aksi jual dan 7 lainnya stagnan.
Saham bluechips syariah pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer) dihuni oleh LPPF yang menguat Rp 250, PGAS Rp 175, PTPP Rp 155, SMGR Rp 125, dan INDF Rp 100 per saham.
Di jajaran top losser bertengger saham ICBP yang melemah Rp 200, JSMR Rp 175, UNTR Rp 125, SMRA Rp 65, dan UNVR Rp 50 per saham.
Penutupan signifikan juga dibukukan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Menguat 39,507 poin (0,80%), IHSG ditutup di level 4.985,006.
IHSG bahkan sempat menembus level tertinggi di 4.988,579 dan terendah di 4.958,859.
Lantai bursa jelang akhir pekan sukses menghimpun dana investor hingga Rp 4,97 triliun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya