Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Kurangi Macet Tol Bekasi-Jakarta, Kang Emil Bangun Kanal Cikarang

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 28 September 2018 14:43
Kurangi Macet Tol Bekasi-Jakarta, Kang Emil Bangun Kanal Cikarang
"Ini gagasan sudah lama dari pemerintah pusat yang mau saya kebut pelaksanannya," tulis Ridwan Kamil.

Dream – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK), berniat mengurangi kemacetan di jalur tol Bekasi—Jakarta. Uniknya, pria yang akrab dipanggil Kang Emil ini akan membuat kanal lebar untuk transportasi truk-truk kontainer.

“ Kemacetan di jalur tol Bekasi-Jakarta akan drastis dikurangi dengan inovasi Kanal Cikarang (Inland Waterway Cikarang Bekasi Laut),” tulis RK di akun Instagramnya, @ridwankamil, dikutip Dream, Jumat 28 Januari 2018.

Kang Emil menyebut, inovasi ini adalah membuat sebuah kanal yang lebar dari laut masuk ke daratan. Sehingga kontainer-kontainer yang selama ini diangkut melalui jalan tol ke Pelabuhan Tanjung Priok bisa dikirim melalui jalur air kanal tersebut.

Dengan inovasi ini, Kang Emil menyebut ada empat ribu truk kontainer yang akan hilang. Sehingga bisa mengurangi kemcetan. “ Ini akan menghilangkan aktivitas 4000 truk kontainer tiap hari yang masuk tol. Semoga inovasi ini menjadi solusi untuk semua pihak,” tulis dia.

Kang Emil juga mengatakan, inovasi itu juga sedang dikaji apakah Kanal Cikarang juga bisa dijadikan sebagai jalur angkutan penumpang manusia menuju Jakarta. “ Ini gagasan sudah lama dari pemerintah pusat yang mau saya kebut pelaksanannya,” tulis RK di kolom komentar.

1 dari 2 halaman

Nasib Sopir Truk Dipertanyakan

Karena berpotensi menghilangkan 4 ribu truk yang masuk tol, warganet bertanya-tanya dengan rencana RK.

“ Nasib supir kontainer, Pak? Mohon pencerahannya,” tulis @ceppiyudiansyah.

“ Wah, Alhamdulillah. Didukung untuk Jabar Juara. Terus nanti supir kontainernya demo, kang. Bagaimana? Lagi nanti tidak berpihak sama mereka. Terus pungli juga protes, pemasukan berkurang,” tulis @m.p.sidik dalam bahasa Sunda.

2 dari 2 halaman

Tetap Dibutuhkan

RK menilai inovasi ini tetap tidak akan merugikan supir truk. Keberadaan supir truk tetap diperlukan. Hal ini dilontarkan ketika warganet bernama @ceppiyudiansyah mempertanyakan nasib supir truk kontainer.

“ Tetap butuh atuh. Bedanya dulu ngangkut jauh dan macet. Sekarang ngangkut kontainer dengan jarak dekat ke kanal air,” tulis dia.

Beri Komentar