Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
CEO Kapanlagi Youniverse, Steve Christian, Berbagi Tips Sukses. (Foto: Johan Tallo/Liputan6.com)
Dream – CEO Kapanlagi Youniverse (KLY), Steve Christian, berbagi kisah sukses membangun perusahaan kepada ribuan mahasiswa di Malang, Jawa Timur.
Salah satu kunci sukses adalah tak segan berkongsi dengan pihak lain. Tujuannya agar perusahaan bisa berkembang.
“ Kita selalu ingin menguasai 100 persen. Saat ingin 100 persen, kita tidak kasih kesempatan orang lain untuk memiliki perusahaan kita. Itu yang membuat modal tidak berkembang,” kata Steve di EMTEK Goes to Campus 2018 di Universitas Muhammadiyah Malang, dilansir dari Merdeka.com, Jumat 28 September 2018.

CEO KLY Steve Christian (Foto: Johan Tallo/Liputan6.com)
Dia bercerita tentang kisahnya membangun perusahaan. Awalnya, membangun Kapanlagi Network (KLN) bersama dengan partner dari Malang. Jumlah karyawannya kala itu mencapai 5 orang.
Kemudian, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK) masuk ke KLN. Kini, nama KLN berganti menjadi KLY. Kini, KLY terdiri dari Kapanlagi.com, Liputan6.com, Dream.co.id, Merdeka.com, Fimela.com, Vemale.com, Bola.com, dan Bola.net.

CEO KLY Steve Christian (Foto: Johan Tallo/Liputan6.com)
“ Apa yang saya lakukan? Saya mengundang orang lain yang saya percaya dan orang lain yang saya anggap punya modal untuk memasukkan modalnya ke perusahaan saya. Dengan demikian, perusahaan akan punya duit,” kata dia.
Steve mengatakan EMTEK akan membuat perusahannya menjadi semakin besar. “ Bagaimana mengembangkan suatu perusahaan? Jangan takut partnership. Jangan takut kongsi,” kata dia.

CEO KLY Steve Christian (Foto: Johan Tallo/Liputan6.com)
Steve merintis usaha dari orang yang tak punya modal untuk membangun perusahaan. Dia juga bukan dari keluarga kaya. Kini, perusahannya bisa memberikan penghidupan kepada ribuan karyawan.
Dirinya pernah ditolak sebagai kasir di apotek. Kegagalannya ini membuat dirinya termotivasi untuk membangun lapangan kerja.
“ Kalau ingin melakukan sesuatu, find your purpose. Cari tujuannya apa. Kalau tak punya tujuan atau sekadar mencari uang, mungkin 3-4 tahun akan capek dan meninggalkan pekerjaan itu. Purpose membuat Anda tetap ingin maju,” kata dia.
Ketika membangun perusahaan, Steve ingin memberikan lapangan pekerjaan karena banyak orang yang memerlukan pekerjaan. Dia juga berharap banyak wirausahawan baru yang membuka lapangan pekerjaan.
“ Saya ingin dari Anda yang lahir seperti itu. Suatu hari keluar dari kampus memulai karier. Suatu hari bisa memberikan lapangan pekerjaan untuk teman-teman lain, untuk 10 ribu, untuk 100 ribu. Siapa tahu?” kata dia. (ism, Sumber: Merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya