Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Teller BNI Syariah Tengah Melayani Nasabah (Antarafoto.com)
Dream - PT BNI Syariah mengklaim realisasi pembiayaan macet (Non Performing Financing-NPF) perusahaan saat ini masih jauh di bawah realisasi kredit macet industri perbankan syariah.
Pada semester satu tahun ini, realisasi NPF BNI Syariah hanya sebesar 2,42 persen. Sementara NPF industri perbankan syariah sudah berada di kisaran 4,76 persen. Hingga September 2015, anak usaha BNI ini mencatatkan NPF hanya sebesar 2,54 persen.
" Pertumbuhan pembiayaan tetap dilakukan dengan hati-hati agar kualitas pembiayaan dapat terjaga dengan baik," ujar Direktur Utama BNI Syariah Dinno Indiano di Jakarta, Kamis 23 Oktober 2015.
Diakui Dinno, kenaikan NPF industri perbankan syariah disebabkan beberapa hal. Mulai dari perlambatan ekonomi yang memengaruhi kondisi keuangan debitur, perlambatan pertumbuhan pembiayaan bank, dan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ahli.
Sedangkan, untuk di BNI Syariah, lanjut Dinno, permasalahan besarnya pembiayaan macet ini paling besar melanda sektor mikro, yang mencapai 6,45 persen. Sedangkan untuk sektor produktif ritel hanya 4,39 persen, konsumsi 1,94 persen, Hasanah Card 5,05 persen. Bahkan untuk pembiayaan di atas Rp 10 miliar, tidak ada kredit macet sama sekali.
Untuk menekan NPF ini, Dinno mengakui pihaknya menahan pemberian pembiayaan di sektor mikro, terutama di sektor komoditas.
" Untuk mikro memang saya hentikan karena belum berani. Di daerah, ada cabang BNI Syariah yang 100 persen macet. Itu karena mereka ikut pembiayaan di sektor komoditas," ungkap Dinno.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya