Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Booth BI Pada ISEF 2014 (Dream.co.id/Syahid)
Dream - Bank Indonesia (BI) kembali menggelar Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang keduakalinya. Tahun ini BI mengambil tema `Empowering Islamic Economic and Finance for the Prosperity of the Nations`.
Mengutip keterangan tertulis BI, Jumat, 23 Oktober 2015, ajang tahun ini akan dimulai 25 Oktober sampai 1 November 2015 di Surabaya, Jawa Timur. Wakil Presiden Jusuf Kalla rencananya akan membuka ISEF 2015 pada Rabu, 28 Oktober 2015.
ISEF 2015 akan menggelar tiga rangkaian acara utama terdiri dari Sharia Economic Forum yang menggelar berbagai seminar mengenai pengembangan ekonomi syariah.
Topik pembahasan tahun ini seputar kebijakan strategis pemerintah dalam mengakselerasi ekonomi syariah, pengembangan sukuk sebagai instrumen keuangan yang mampu menghubungkan sektor keuangan dengan sektor riil.
Akan dibahas pula optimalisasi Islamic social finance (seperti zakat, infaq, wakaf), pengembangan layanan non tunai dalam pembayaran ZISWAF, hingga pembahasan mengenai kunci sukses kemandirian pondok pesantren.
Sementara pada kegiatan Sharia Fair akan meliputi kegiatan pameran produk ekonomi dan keuangan syariah terdiri dari 124 booth dan seminar/talkshow, pelatihan dan edukasi produk dan keuangan syariah.
Sharia Fair dikembangkan dengan konsep “ 5F” (Finance, Food, Fashion Fantrepreneur (fantastic entrepreneur), dan Fundutainment (fun-education-entertainment)).
" Pengembangan konsep 5F ini merupakan upaya dari Bank Indonesia dalam mengintegrasikan sektor keuangan dan sektor riil sehingga pengembangan ekonomi syariah terlaksana secara komprehensif," ungkap BI dalam keterangannya.
Selain itu, konsep ini diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa ekonomi syariah tidak terbatas pada lembaga keuangan saja (baik bank ataupun non-bank) tetapi juga meliputi sektor/bisnis riil.
Dengan penyelenggaraan ISEF, BI berharap bisa mendorong Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah dunia. Sementara Jawa Timur akan dimantapkan sebagai regional ekonomi syariah terbesar di Indonesia.
Tahun lalu, ISEF 2014 berhasil menggagas nota kesepahaman antara BI-IDB terkait pengembangan kapasitas, ‘Communique for OIC countries’, serta Pengembangan internasional prinsip inti zakat. (Ism)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya