Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Aksi ambil untung oleh pelaku pasar memanfaatkan minimnya sentimen menyeret bursa syariah ditutup melemah. Emiten sektor industri menjadi korban aksi jual investor.
Di sisi lain, investor asing yang pagi tadi melakukan aksi jual justru berbalik arah. Asing sore ini menutup perdagangan dengan nett buy Rp 45 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 1,235 poin (0,84%) ke level 144,968.
Nasib serupa dialami Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang melemah 5,589 poin (0,91%) ke level 611,339. Indeks berisi 30 saham keping biru ini bahkan mendekam seharian di zona merah.
Penutupan ISSI di zona negatif ini merupakan yang pertama dalam lima hari perdagangan. Padahal, ISSI sempat bergerak fluktuatif dan menyentuh zona hijau.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,47 triliun dan Rp 2 triliun merupakan aksi jual beli saham-saham unggulan syariah.
Transaksi jual saham pelaku pasar mendorong 108 emiten ISSI ditutup melemah. Sementara 64 lainnya berhasil ditutup menguat dan 55 emiten bertahan stagnan.
Indeks JII yang seharian mendekam di teritori negatif hanya menyisakan 9 emitennya di zona hijau. Sisanya, 20 emiten keping biru ditutup melemah dan 1 lainnya bergerak stagnan.
Saham bluechips syariah yang bertengger di jajaran top gainer adalah AALI dengan kenaikan Rp 1.075, ICBP Rp 200, SSMS Ep 70, LSIP p 45, dan BSDE Rp 35 per saham.
Sementara di kubu top losser, perusahaan semen menjadi target aksi jual saham investor. Di puncak daftar top losser bertengger INTP yang turun Rp 700 dan SMGR Rp 525 per saham. Disusul, UNVR Rp 450, UNTR Rp 350, dan LPPF Rp 300 per saham.
Pasar saham Indonesia hari ini memang dilanda pelemahan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 20,664 poin (0,45%) ke level 4.584,562.
Lantai bursa relatif sepi dari perdagangan saham karena hanya mencetak transaksi Rp 4,73 triliun.
Dari pasar keuangan, rupiah akhirnya bergerak menguat. Sore ini rupiah naik 82 poin (0,60%) menjadi 13.641 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya