Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Jakarta terancam menghadapi masalah baru. Bukan kemacetan yang memang sudah jadi menu sehari-hari, ibukota negara ini ternyata memiliki masalah keterbatasan lahan pemakaman.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melaporkan lahan pemakaman yang harus dibebaskan untuk kebutuhan pemakaman penduduk ibukota mencapai 794 hektare. Dari kebutuhan tersebut, areal yang sudah tersedia baru mencapai 611 hektare, kurang 183 hektare.
Menghadapi kekurangan lahan tersebut, Dinas Kehutanan DKI Jakarta mengaku telah mengalokasikan anggaran Rp400 miliar untuk pengadaan lahan makan tahun 2018.
Dana tersebut belum menyertakan luas lahan pemakaman yang akan dibebaskan. Luas lahan akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran.
Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Djafar Muchlisin mengatakan nilai lahan di setiap daerah berbeda-beda.
" Kami anggarkan Rp 400 miliar tahun ini untuk beli lahan makam. Tapi untuk luasan kita tidak bisa tentukan," ujar Djafar seperti dikutip dari laman beritajakarta.id.
Menurut Djafar, hampir setiap tahun Pemprov terus menambah lahan pemakaman. Harapannya target luas lahan 794 hektare dapat tercapai.
Selain membeli lahan, tahun ini Dinas Kehutanan juga melakukan pematangan lahan di beberapa lokasi. Khususnya di lokasi-lokasi yang lahannya telah dibebaskan pada tahun-tahun sebelumnya.
" Karena memang ada lahan yang kondisinya masih rawa," tandasnya.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya