Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Tak dapat dipungkiri bahwa tingginya nilai tukar dolar Amerika Serikat (US) terhadap rupiah berdampak pada sektor pariwisata. Penurunan jumlah wisatawan menjadikan pemain industri ini harus terus kreatif dan inovatif agar tetap bisa bertahan menyiasati kondisi tersebut.
Pelaksanaan pameran “ Garuda Indonesia Travel Fair (GATF)” tahun 2015 periode ke-2 yang baru saja berlangsung di Jakarta Convetion Center (JCC) pada tanggal 25 – 27 September 2015 yang lalu telah menjadi solusi bagi para pengunjung yang hendak merencanakan berpergian di tengah kondisi tingginya nilai tukar dolar Amerika Serikat (US) terhadap rupiah tersebut.
Selama tiga hari penyelenggaraan, berbagai promo menarik dari masing-masing booth menjadi pilihan pengunjung untuk memilih tujuan wisata dengan paket lebih murah. Menurut catatan pelaksanaan GATF pekan lalu, minat masyarakat Indonesia untuk merencakan wisata masih cukup tinggi baik untuk destinasi dalam dan luar negeri.
Direktur Niaga Garuda Indonesia, Handayani menuturkan bahwa GATF 2015 periode ke-2 lalu telah berhasil membukukan penjualan Rp 131 miliar, serta mendatangkan lebih dari 68.000 pengunjung.
“ Hasil tersebut tentu merupakan catatan positif bagi pelaksanaan travel fair di Indonesia, bahwa industri pariwisata harus bisa bertahan dan inovatif dalam menyiasati kondisi perekonomian saat ini,” ungkap Handayani dalam keterangan persnya, Jumat, 2 Oktober 2015.
Sebagai gambaran, GATF 2015 periode ke-1 yang telah dilaksanakan April lalu, Garuda Indonesia berhasil mendatangkan sebanyak 48.000 orang pengunjung dengan jumlah total penjualan mencapai Rp 107 miliar.
Peningkatan lainnya juga dapat dilihat dari diperluasnya area pamer GATF pada periode ke-2 ini, yaitu seluas 7.000 m2 yang meliputi area Main Lobby, Plenary Hall dan Cendrawasih Hall, Jakarta Convention Center. Sedangkan periode sebelumnya hanya 4.721 m2.
Selain dilaksanakan di Jakarta, GATF 2015 periode ke-2 juga dilaksanakan serentak di beberapa kota besar di Indonesia, di antaranya pada 2-4 Oktober 2015 mendatang di Medan, Palembang, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Balikpapan, Kendari, dan Jayapura.
“ Kami berharap pelaksanaan GATF di kota-kota tersebut juga meriah, serta mampu menghidupkan industri pariwisata di wilayah masing-masing,” tambah Handayani.
Pada GATF 2015 periode ke-2 ini Garuda Indonesia telah bekerjasama dan bersinergi dengan dua bank partner yaitu Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Kerjasama tersebut juga memberikan satu kelebihan tersendiri dalam penyelenggaraan GATF, karena mampu meningkatkan daya tarik publik, termasuk nasabah kedua bank BUMN tersebut dalam bertransaksi.
Dengan tema “ Fly With Style”, GATF periode ke-2 ini Garuda Indonesia telah berhasil menggelar pameran secara meriah dengan menggandeng berbagai mitra usaha yang terdiri dari 46 Travel Agent, 17 Hotel & Theme Park, 5 National Tourism Organization, PKBL Garuda Indonesia, 14 Corporate & Travel Equipment, Media Partner, Asosiasi Food Truck serta beberapa sponsor lain, diantaranya Uniqlo, Ultra Jaya, Samsung, Dove, dan CGV Blitz.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya