Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Ikon pengusaha telepon seluler (Ponsel) masa lalu satu per satu mulai tumbang. Setelah Nokia dan Ericsson, kini BlackBerry memutuskan menghentikan produksi Ponselnya.
Di era kejayaannya, BlackBerrry sempat membuat penguasa Ponsel kelabakan. Terinspirasi dari CrackBerry, mereka membuat fenomena budaya dengan menggabungkan fungsi email dan komunikasi dalam sebuah ponsel.
Salah satu yang paling fenomenal adalah kehadiran fasilitas BBM yang pelan-pelan mampu menggusur fungsi SMS di ponsel-ponsel pesaingnya.
Namun keperkasaan mereka mulai goyah setelah bermunculan aplikasi messanger seperti WhatsApp, Kakao, dan aplikasi serupa lainnya.
Meski menghentikan produksi ponselnya, Balckberry kemungkinan takkan menghilang sepenuhnya. Perusahaan hanya akan berhenti membuat desain ponsel dan menyerahkan pengembangannya kepada perusahaan lain.
Keputusan ini mengakhiri spekulasi masa depan Ponsel BlackBerry yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan. Apalagi posisi mereka semakin jauh tertinggal oleh Apple dan Samsung.
BlackBerry sebetulnya tak menyerah begitu saja dalam kancah persaingan Ponsel. Mereka sempat mengembangkan aplikasi BBM yang bisa dijalankan lewat sistem operasi Android. Namun tampaknya upaya itu tak berhasil.
" Perusahaan berencana mengakhiri seluruh pengembangkan hardware dan mengalihkan fungsi itu kepada mitra kerja," kata CEO BlackBerry, John Chen mengutip laman independent, Kamis, 29 September 2016.
Menurut John keputusan menutup salah satu unit bisnisnya itu merupakan cara untuk menyelamatkan keuangan perusahaan.
Setelah tak memproduksi Ponsel, BlackBerry selanjutnya akan fokus pada pengembangan perangkat lunak. Unit bisnis ini dianggap sudah memiliki posisi lebih baik.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya