Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Fenomena tak lazim tengah melanda kalangan orang-orang terkaya dunia. Miliader ternama seperti Bill Gates, Richard Branson, hingga pendiri Yahoo, Twitter, eBay, dan LinkedIn dilaporkan menggelontokan dana hingga US$ 25 juta atau sekitar Rp 318 miliar ke sebuah situs baru.
Situs yang beruntung itu adalah Change.org, platform yang menyediakan fasilitas bagi pengguna dapat memulai petisi dan mengumpulkan tanda tangan secara online,
Dikutip dari Mashable, Selasa, 16 Desember 2014, Presiden dan COO Change.org Jennifer Dulski memastikan dana itu akan dialokasikan untuk memperluas perusahaan dalam meningkatkan ekspansi global dan pengembangan mobile.
Change.org adalah perusahaan yang didirikan pada tahun 2007 oleh Ben Rattray. Platform ini semula dibuat sebagai jaringan sosial bagi para aktivis, yang berkembang menjadi platform blogging. Seiring waktu, platform ini berubah sebagai layanan hosting petisi pada tahun 2011.
Sejak menerima pendanaan terakhir pada Mei 2013, Dulski mengatakan perusahaan yang berusia hampir delapan tahun ini telah tumbuh dari 35 juta pengguna menjadi lebih dari 80 juta di seluruh dunia.
Sayap perusahaan juga semakin berkembang dengan memiliki kantor di 18 negara yang berbeda dan petisi telah dimulai di tujuh benua.
Dulski mengatakan Change.org mengukur keberhasilannya dengan kata " kemenangan," istilah yang digunakan ketika pembuat keputusan yang menjadi target petisi merespons kampanye yang dibuat. Perusahaan mengklaim kemenangan ini sekarang terjadi pada tingkat sekali per jam di suatu tempat di dunia.
Dia menambahkan bahwa kemenangan yang paling penting adalah mereka yang menyebabkan perubahan sistemik yang lebih luas.
Kini tujuan utama Change.org adalah membangun situs versi mobile dan aplikasinya. " Lebih dari separuh trafik Change.org berasal dari mobile," kata Dulski. " Perusahaan kini akan menambah layanan dan pilihan berbasis lokasi agar bisa melibatkan berita secara real time."
Area lainnya yang ingin digarap perusahaan adalah melibatkan politisi, bisnis atau publik figur yang menjadi target petisi agar bisa menjadi anggota Change.org. Dengan demikian, mereka bisa cepat merespon terhadap petisi yang ditujukan pada mereka. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya