Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham Indonesia benar-benar berantakan di awal pekan ketiga Desember. Rupiah yang makin terpuruk serta anjloknya harga minyak membuat indeks saham acuan terjun bebas.
Rupiah sepanjang hari ini benar-benar mengalami tekanan hebat. Sempat mencetak level terendah 12.706 per dolar AS, rupiah saat ini telah terkoreksi 197 poin (1,58%) menjadi 12.664 per dolar AS.
Tekanan semakin berat seiring langkah investor asing yang tiba-tiba menarik dananya dalam jumlah besar. Asing mencetak nett sell sekitar Rp 800 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 15 Desember 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas 52,001 poin (1,01%) menju level 5.108,43.
IHSG sebelumnya bahkan sempat terlempar dari level 5.100 setelah menembus posisi terendah 5.094,41. Beruntung adanya aksi beli mendorong IHSG kembali menembus level 5.100.
Aksi jual besar-besar membuat 243 emiten terkapar di zona merah. Sementara 90 emiten lainnya masih sanggup menguat di tengah aksi jual ini.
Pelaku pasar tercatat mentransaksikan tak kurang 81,03 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,93 triliun.
Emiten barang konsumsi menjadi satu-satu indeks saham sektoral yang mampu bertahan di zona hijau dengan menguat 0,47 persen.
Koreksi dalam kali ini menimpa emiten di sektor pertanian yang turun 3 persen, industri aneka 1,65 persen, industri dasar 1,56 persen, dan keuangan 1,52 persen.
Terkaparnya IHSSG di zona merah membuat saham-saham syariah tak berkutik melawan arus pelemahan.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 1,76 poin (1.06%) ke level 164,54. Laju ISSI seharian berkutat di zona merah.
Sebanyak 151 emiten syariah menyeret ISSI terus bergerak di zona merah. Menguatnya harga saham dari 55 emiten penghuni ISSI tak cukup kuat mengangkatnya ke zona hijau.
Pelaku pasar tercatat mentransaksikan 37,71 miliar saham dengan dana berputar hingga Rp 3,17 triliun.
Laju pelemahan juga melanda indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 6,11 poin (0,90%) ke level 674,28.
Aksi beli pemodal berhasil menyelamatkan 8 emiten unggulan syariah di zona hijau. Namun, 20 emiten lainnya tak sanggup bergerak menguat sedangkan 2 lainnya stagnan.
Koreksi saham sejumlah indeks saham acuan BEI tak terlepas dari pelemahan yang menerpa bursa saham regional. Indeks Hang Seng dan Nikkei sore ini melemah masing-masing 0,95 persen dan 1,57 persen.
Indeks Shanghai Composite menjadi satu-satunya indeks saham acuan Asia yang bergerak positif dengan naik 0,52 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya