Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Rupiah Ambruk, Indeks Syariah Ikut Rontok

Reporter : Syahid Latif
Senin, 15 Desember 2014 16:28
Rupiah Ambruk, Indeks Syariah Ikut Rontok
Rupiah sempat melayang menyentuh level 12.706 per dolar AS. Sementara IHSG terhempas 1,01 persen ke level 5.108,43.

Dream - Bursa saham Indonesia benar-benar berantakan di awal pekan ketiga Desember. Rupiah yang makin terpuruk serta anjloknya harga minyak membuat indeks saham acuan terjun bebas.

Rupiah sepanjang hari ini benar-benar mengalami tekanan hebat. Sempat mencetak level terendah 12.706 per dolar AS, rupiah saat ini telah terkoreksi 197 poin (1,58%) menjadi 12.664 per dolar AS.

Tekanan semakin berat seiring langkah investor asing yang tiba-tiba menarik dananya dalam jumlah besar. Asing mencetak nett sell sekitar Rp 800 miliar.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 15 Desember 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas 52,001 poin (1,01%) menju level 5.108,43.

IHSG sebelumnya bahkan sempat terlempar dari level 5.100 setelah menembus posisi terendah 5.094,41. Beruntung adanya aksi beli mendorong IHSG kembali menembus level 5.100.

Aksi jual besar-besar membuat 243 emiten terkapar di zona merah. Sementara 90 emiten lainnya masih sanggup menguat di tengah aksi jual ini.

Pelaku pasar tercatat mentransaksikan tak kurang 81,03 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,93 triliun.

Emiten barang konsumsi menjadi satu-satu indeks saham sektoral yang mampu bertahan di zona hijau dengan menguat 0,47 persen.

Koreksi dalam kali ini menimpa emiten di sektor pertanian yang turun 3 persen, industri aneka 1,65 persen, industri dasar 1,56 persen, dan keuangan 1,52 persen.

Terkaparnya IHSSG di zona merah membuat saham-saham syariah tak berkutik melawan arus pelemahan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 1,76 poin (1.06%) ke level 164,54. Laju ISSI seharian berkutat di zona merah.

Sebanyak 151 emiten syariah menyeret ISSI terus bergerak di zona merah. Menguatnya harga saham dari 55 emiten penghuni ISSI tak cukup kuat mengangkatnya ke zona hijau.

Pelaku pasar tercatat mentransaksikan 37,71 miliar saham dengan dana berputar hingga Rp 3,17 triliun.

Laju pelemahan juga melanda indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 6,11 poin (0,90%) ke level 674,28.

Aksi beli pemodal berhasil menyelamatkan 8 emiten unggulan syariah di zona hijau. Namun, 20 emiten lainnya tak sanggup bergerak menguat sedangkan 2 lainnya stagnan.

Koreksi saham sejumlah indeks saham acuan BEI tak terlepas dari pelemahan yang menerpa bursa saham regional. Indeks Hang Seng dan Nikkei sore ini melemah masing-masing 0,95 persen dan 1,57 persen.

Indeks Shanghai Composite menjadi satu-satunya indeks saham acuan Asia yang bergerak positif dengan naik 0,52 persen.

Beri Komentar