Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Berniat pindah kerja ke perusahaan pesaing? Sebaiknya Anda mengecek dahulu kontrak kerja di kantor lama. Salah-salah, Anda justru akan dituntut ke Pengadilan oleh perusahaan lama.
Cerita inilah yang dialami tiga mantan desainer dari perusahaan sepatu ternama asal Amerika Serikat (AS), Nike. Ketiga mantan karyawan tersebut diklaim meninggalkan Nike untuk bekerja di rival perusahaan, yakni perusahaan sepatu Jerman, Adidas.
Alhasil, Nike menuntut ganti rugi senilai US$10 juta dari Denis Dekovic, Marc Dolce dan Mark Miner karena keputusannya itu. Tidak berhenti disitu, Nike juga berusaha menghentikan ketiga desainer sepatu itu untuk membuka pusat desain sepatu yang didukung Adidas di Brooklyn.
Mengutip laporan Businessinsider, Minggu, 14 Desember 2014, ketiga mantan karyawan tersebut dilaporkan telah menandatangani perjanjian yang mencegahnya bekerja bagi pesaing dalam satu tahun kerja bersama Nike.
Namun Dekovic diduga telah bertemu dengan pihak Adidas untuk membuka pusat desain. Padahal diriya masih menjadi direktur desain senior di Nike.
Namun ada yang menyebut pusat desain itu adalah alasan Nike untuk melakukan klaim non-kompetisi karena Dekovic dan yang lainnya belum bekerja secara langsung untuk Adidas.
Gugatan tersebut juga mengatakan Dekovic menipu Nike dengan membayarnya lebih dari US$ 50 ribu untuk biaya pindah ke Italia pada bulan Juni.
" Bahkan, dia dengan penuh bangga berbicara kepada rekan konspirasinya tentang kepindahannya bahwa Italia adalah salah satu negara di mana klaim non-kompetisi (Nike) sulit ditegakkan," ungkap gugatan tersebut.
Dalam gugatan terpisah, Dekovic disebut sedang menggelar pembicaraan kepada investor tentang peluncuran sepatu dengan nama " Moonwalker" .
Nike sedang berusaha menghentikan peluncuran sepatu tersebut dan mengklaim hak atas desain Moonwalker. Lebih jauh lagi, gugatan itu menyatakan Dekovic, Dolce dan Miner telah melakukan kontak terhadap karyawan Nike lainnya agar ikut bergabung.
Ketiga pria tersebut menolak semua klaim Nike dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh pengacara mereka.
" Kami sangat menghormati rekan-rekan kami dan Nike dan tidak akan pernah melakukan apa pun untuk menyakiti mereka," kata pernyataan itu. " Kami menemukan tuduhan Nike menyakitkan karena mereka palsu atau menyesatkan dengan kebenaran setengah-setengah. Kami tidak bertukar rahasia atau kekayaan intelektual saat meninggalkan Nike pada bulan September."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya