Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
First Gulf Bank, Bank Terbesar Ketiga UEA
Dream - Serbuan bank asal Timur Tengah ke kawasan Asia makin meningkat. Kini giliran bank terbesar ketiga Uni Emirat Arab (UEA), First Gulf Bank (FGB) mengaku tengah mengincar pasar yang tengah jadi primadona ini.
Seorang eksekutif senior mengakui langkah ekspansi bisnis menjadi keharusan setelah pasar UEA sudah semakin padat. .
Bank-bank dari negara-negara Teluk dan sekitarnya mencoba memperluas produk dan pengaruhnya di wilayah baru ketika arus dana di sistem perbankan lokal profitabilitasnya menurun khususnya kredit perbankan.
Beberapa bank memilih melakukan akuisisi sementara yang lain membuka cabang di negara-negara lain, khususnya di wilayah Asia.
Pasar baru ini dipilih karena memiliki hubungan perdagangan yang luas dengan Teluk, terutama dengan berkembangnya pasar keuangan syariah.
Sebagai bank terbesar ketiga di UEA dengan mayoritas saham dimiliki Pemerintah Abu Dhabi, FGB mengaku ingin memperluas jaringan khususnya di Asia Utara dan daratan China. Selain China, PGB juga ini meningkatkan kehadirannya di India.
" Itu bukan hanya sekedar menancapkan bendera investasi, tapi bergabung pada arus perdagangan dan keuangan yang masuk dan keluar UEA dan wilayah Teluk secara keseluruhan," kata Simon Penney dari FGB.
Penney membantah jika ambisi FGB ini ada hubungannya dengan anjloknya harga minyak mentah. Pasar saham di Teluk memang diketahui merosot dalam beberapa hari terakhir.
Chief Executive FGB Andre Sayegh mengatakan pada bulan November tahun lalu bahwa bank ingin mendorong persentase keuntungan menjadi dua digit, dari 7 persen pada saat itu.
FGB hadir di tujuh negara, termasuk India, Singapura dan Korea Utara. Dalam pernyataannya pada bulan Oktober lalu, Sayegh mengatakan akan membuka kantor perwakilan di Tiongkok dalam 12 bulan mendatang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya