Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Indeks saham Indonesia bergerak variatif di sesi pembukaan perdagangan. Beruntung, masih adanya aksi beli mendorong sebagian besar indeks ke zona hijau.
Relatif amannya bursa global dan kondisi regional yang kondusif membuat pelaku pasar masih yakin untuk membeli saham.
Sayang, pasar keuangan justru bisa menjadi pemberat laju bursa saham Indonesia. Rupiah pagi ini sempat menembus level terendah Rp 12.435 meski kini sedikit menguat 77 poin (0,62%) menjadi Rp 12.427 per dolar AS.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 12 Desember 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 1,53 poin (0,03%) ke level 5.151,16.
Di sesi pemanasan ini, sebanyak 16 emiten telah bergerak menguat sementara 12 lainnya longsor ke zona merah. Pelaku pasar telah mentransaksikan 79,319 lembar saham senilai Rp 30,48 miliar.
IHSG masih belum terlalu kuat untuk melaju di zona hijau pada sesi pembukaan. Kali ini IHSG kembali melemah 1,54 poin (0,03%) ke level 5.151,14.
Hingga 10 menit waktu perdagangan saham, lantai bursa masih meninggalkan tiga sektor saham di zona merah. Emiten komoditas menjadi penekan laju indeks dengan melemah masing-masing pertanian 0,30 persen dan tambang 0,36 persen.
Sebaliknya, emiten industri dasar dan indstri aneka memimpin laju kenaikan indeks usai menguat 0,55 persen dan 0,60 persen.
Laju IHSG pun sudah kembali ke zona hijau dengan menguat 8,43 poin (0,16%) ke level 5,160.
Berbeda dengan IHSG yang harus memulai perdagangan di zona merah, dua indeks saham syariah justru lansung tancap gas di awal transaksi perdagangan.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) membuka perdagangan dengan menguat tipis 0,02 poin (0,02%) ke level 166,20.
Di sesi pembukaan, ISSI bahkan menanjak lebih tinggi dengan menguat 0,05 poin (0,03%) ke level 166,23.
Daftar emiten syariah didominasi penguatan harga saham yang dialami 12 emiten ISSI. Sementara 8 lainnya melemah dan 13 emiten bergerak stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah pagi ini dimulai dengan angka Rp 21,46 miliar dari aksi jual beli 89.857 lembar saham.
Laju positif cenderung flat juga dicetak emiten bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) dibuka menguat 0,016 poin (0%) ke level 679,67 di sesi prapembukaan.
Memasuki awal sesi pembukaan, JII kembali menguat 0,09 poin (0,01%) ke level 679,74.
Dari kawasan regional, seluruh indeks saham acuan di Asia bergerak positif di pagi ini. Nikkei dan Hang Seng masing-masing telah menguat 1,25 persen dan 0,35 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya