Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Kota di Jawa Ini Sukses Jadi Tujuan Investasi

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 11 Desember 2014 19:02
Kota di Jawa Ini Sukses Jadi Tujuan Investasi
Sang bupati menyabet gelar sebagai Indonesia Marketing Champion 2014 untuk kategori kalangan pemerintahan

Dream - Kota paling ujung di pula Jawa, Banyuwangi, sukses mengubah citranya. Banyuwangi kini berubah menjadi tujuan wisata sekaligus tujuan investasi pada pemodal dalam dan luar negeri.

Sukses tersebut tak ayal membuat Bupati Banyuwangi Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menyabet gelar sebagai Indonesia Marketing Champion 2014 untuk kategori kalangan pemerintahan (Government).

Penghargaan yang merupakan ajang tahunan dari MarkPlus Inc inidiserahkan Menteri Pariwisata Arief Yahya kepada Anas di Jakarta, Kamis, 11 Desember 2014.

Pendiri MarkPlus yang juga pakar pemasaran Hermawan Kartajaya menilai beragam strategi pemasaran Bupati Banyuwangi mampu mengangkat pamor daerahnya.

" Dari ratusan kepala daerah, Pak Azwar Anas adalah salah satu yang inovatif dan sadar marketing," ujar Hermawan.

Sejumlah kriteria dalam penilaian penghargaan ini antara lain pengaruh dan integritas personal, inovasi, kinerja, dan dampak komunitas. " Bupati Banyuwangi menunjukkan spirit marketing dalam kesehariannya," ujar Hermawan.

Dalam sambutannya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pemasaran daerah adalah hal strategis yang harus dilakukan untuk memajukan daerah. Bahkan, Anas memosisikan dirinya sebagai seorang salesman bagi Banyuwangi.

" Setiap ada kesempatan, saya selalu promosi. Di gadget saya lengkap tersimpan file presentasi data, foto, dan video tentang Banyuwangi. Ketemu orang di bandara, lewat Twitter, forum di mana-mana saya selalu pasarkan Banyuwangi," ujarnya.

Anas mengklaim Banyuwangi memilki potensi besar yang belum tersentuh dengan maksimal sebelumnya. Terlebih Banyuwangi memiliki citra yang kurang positif sebagai daerah yang terkenal dengan aktivitas kleniknya.

Selain itu derah ini juga dikelilingi oleh kawasan hutan dan pegunungan yang membuatnya sulit dijangkau.

Kini, Banyuwangi diklaim semakin mudah diakses dengan kehadiran Bandara yang setiap hari sudah diterbangi Garuda Indonesia dan Wings Air.

" Kami juga mendorong ekowisata yang mengandalkan wisata budaya dan wisata alam yang punya diferensiasi kuat dibanding daerah lain," tuturnya.

Sebagai catatan, investasi yang masuk ke Banyuwangi selama 2013 mencapai Rp 3,2 triliun. Hasil ini meningkat hingga 175 persen dibanding tahun 2012 sebesar Rp 1,1 triliun.

Bahkan jika dibandingkan dengan 2010 yang baru mencapai Rp 272 miliar, investasi di Banyuwangi tahun lalu melonjak drastis hampir 1.100 persen.

Banyuwangi juga mulai bergeser menjadi kabupaten Digital Society di mana 1.300 titik wi-fi telah terpasang di berbagai tempat. Layanan publik juga mulai berbasis teknologi informasi.

Beri Komentar