Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Ditutup Menguat, Rupiah Terjun ke Rp 12.445/USD

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 12 Desember 2014 16:31
Indeks Syariah Ditutup Menguat, Rupiah Terjun ke Rp 12.445/USD
Dibuka melemah, Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat 7,73 poin (0,15%) ke level 5.160,43.

Dream - Indeks saham acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) berbalik menguat jelang libur akhir pekan. Kembalinya aksi beli investor asing mengangkat indeks ke zona hijau.

Sayang, rebound yang dialami indeks masih meninggalkan emiten komoditas di zona merah. Pelemahan harga minyak mentah dunia masih memicu kekhawatiran pelaku pasar.

Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Jumat, 12 Desember 2014, Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat 7,73 poin (0,15%) ke level 5.160,43.

Menguatnya harga saham dari 165 emiten cukup untuk membawa IHSG ke zona hijau. Sayang, lantai bursa masih diwarnai 149 emiten di zona merah.

Jelang libur akhir pekan ini, pelaku pasar mentransaksikan tak kurang dari 73,42 juta saham. Aksi jual beli ini menyebabkan lantai bursa dibanjiri dana hingga Rp 4,76 triliun.

Investor asing yang selama sepekan terakhir melakukan aksi jual kini justru berbalik arah. Asing mencetak nett buy sekitar Rp 44 miliar.

IHSG yang mengawali perdagangan di zona merah, tiba-tiba diserang aksi beli pelaku pasar. Para pialang besar tampaknya memanfaatkan momentum cut loss investor ritel untuk mengoleksi kembali sahamnya.

Aksi beli ini membuat IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5,178,51 dan terendah di 5.150,58.

Emiten tambang masih menjadi pemberat laju IHSG usai melemah 0,51 persen. Diikuti emiten pertanian 0,38 persen dan industri dasar 0,22 persen.

Sebaliknya, investor justru memborong saham-saham industri aneka yang menguat tertinggi sebesar 1,09 persen. Penguatan lain dialami indeks sektor manufaktur 0,37 persen dan consumer 0,33 persen.

Berbaliknya IHSG ke zona hijau ikut membawa pengaruh pada laju dua indeks saham syariah yang dibuka menguat di awal perdagangan.

Indeks Saham Syariah Indonesi (ISSI) naik tipis 0,11 poin (0,07%) menjadi 166,30. Penguatan ini disokong naiknya harga saham dari 91 emiten.

Meski menghijau, ISSI masih meninggalkan 100 emiten di zona merah dan 58 lainnya stagnan.

Transaksi perdagangan saham syariah jelang libur akhir pekan ini mencapai Rp 3,27 triliun dari aksi jual beli 45,63 juta saham.

Kendati dibuka menguat, ISSI tak luput dari tekanan pasar. ISSI sempat terpeleset dan menyentuh level terendah 166,16. Posisi terkuat ISSI dicapai di level 166,91.

Laju yang sama juga melanda saham-saham bluechips syariah. Naiknya harga saham dari 17 emiten unggulan syariah membawa Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,73 poin (0,11%) ke level 680,39.

JII sebetulnya bisa menguat lebih tinggi andai saja tak ada aksi jual jelang penutupan perdagangan saham. Level tertinggi JII dicapai di posisi 684,59.

Dari kawasan regional, indeks saham utama Asia didominasi penguatan. Indeks Nikkei dan Shanghai Composite menguat masing-masing 0,66 persen dan 0,42 persen.

Penguatan ini tak diikuti Hang Seng yang melemah 0,27 persen.

Berbaliknya indeks saham Indonesia ke zona hijau tak mampu diikuti rupiah. Rupiah yang sudah tertekan kini makin rontok usai melemah 95 poin (0,77%) menjadi 12.445 per dolar AS.

Beri Komentar