Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Indeks saham acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) berbalik menguat jelang libur akhir pekan. Kembalinya aksi beli investor asing mengangkat indeks ke zona hijau.
Sayang, rebound yang dialami indeks masih meninggalkan emiten komoditas di zona merah. Pelemahan harga minyak mentah dunia masih memicu kekhawatiran pelaku pasar.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Jumat, 12 Desember 2014, Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat 7,73 poin (0,15%) ke level 5.160,43.
Menguatnya harga saham dari 165 emiten cukup untuk membawa IHSG ke zona hijau. Sayang, lantai bursa masih diwarnai 149 emiten di zona merah.
Jelang libur akhir pekan ini, pelaku pasar mentransaksikan tak kurang dari 73,42 juta saham. Aksi jual beli ini menyebabkan lantai bursa dibanjiri dana hingga Rp 4,76 triliun.
Investor asing yang selama sepekan terakhir melakukan aksi jual kini justru berbalik arah. Asing mencetak nett buy sekitar Rp 44 miliar.
IHSG yang mengawali perdagangan di zona merah, tiba-tiba diserang aksi beli pelaku pasar. Para pialang besar tampaknya memanfaatkan momentum cut loss investor ritel untuk mengoleksi kembali sahamnya.
Aksi beli ini membuat IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5,178,51 dan terendah di 5.150,58.
Emiten tambang masih menjadi pemberat laju IHSG usai melemah 0,51 persen. Diikuti emiten pertanian 0,38 persen dan industri dasar 0,22 persen.
Sebaliknya, investor justru memborong saham-saham industri aneka yang menguat tertinggi sebesar 1,09 persen. Penguatan lain dialami indeks sektor manufaktur 0,37 persen dan consumer 0,33 persen.
Berbaliknya IHSG ke zona hijau ikut membawa pengaruh pada laju dua indeks saham syariah yang dibuka menguat di awal perdagangan.
Indeks Saham Syariah Indonesi (ISSI) naik tipis 0,11 poin (0,07%) menjadi 166,30. Penguatan ini disokong naiknya harga saham dari 91 emiten.
Meski menghijau, ISSI masih meninggalkan 100 emiten di zona merah dan 58 lainnya stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah jelang libur akhir pekan ini mencapai Rp 3,27 triliun dari aksi jual beli 45,63 juta saham.
Kendati dibuka menguat, ISSI tak luput dari tekanan pasar. ISSI sempat terpeleset dan menyentuh level terendah 166,16. Posisi terkuat ISSI dicapai di level 166,91.
Laju yang sama juga melanda saham-saham bluechips syariah. Naiknya harga saham dari 17 emiten unggulan syariah membawa Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,73 poin (0,11%) ke level 680,39.
JII sebetulnya bisa menguat lebih tinggi andai saja tak ada aksi jual jelang penutupan perdagangan saham. Level tertinggi JII dicapai di posisi 684,59.
Dari kawasan regional, indeks saham utama Asia didominasi penguatan. Indeks Nikkei dan Shanghai Composite menguat masing-masing 0,66 persen dan 0,42 persen.
Penguatan ini tak diikuti Hang Seng yang melemah 0,27 persen.
Berbaliknya indeks saham Indonesia ke zona hijau tak mampu diikuti rupiah. Rupiah yang sudah tertekan kini makin rontok usai melemah 95 poin (0,77%) menjadi 12.445 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya