Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah dan Rupiah Rontok di Awal Pekan

Reporter : Syahid Latif
Senin, 15 Desember 2014 09:20
Indeks Syariah dan Rupiah Rontok di Awal Pekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung rontok 36,17 poin (0,70%) menuju 5.124,26. Sementara rupiah semakin tertekan dan sempat menyentuh level 12.500 per dolar AS.

Dream - Serbuan sentimen negatif yang muncul dari kawasan regional dan global benar-benar membuat rontok pasar modal Indonesia. Belum lagi kurs rupiah yang menembus level 12.500 per dolar AS semakin mengkhawatirkan pelaku pasar.

Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 15 Desember 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung rontok 36,17 poin (0,70%) menuju 5.124,26.

Di sesi pembukaan, IHSG semakin tersungkut usai melemah 38,65 poin (0,75%) ke level 5.121,77.

Laju IHSG memang langsung terasa berat di awal perdagangan ini. Lanta bursa hanya mencatat 5 emiten yang bergerak menguat. Sebaliknya, 35 lainnya justru kompak terjun ke zona merah.

Transaksi perdagangan mencapai 127,548 lembar saham bernilai Rp 42,37 miliar. Pemodal asing yang sempat melakukan aksi belanja akhir pekan lalu kini mencetak nett sell Rp 15 miliar.

Emiten properti menjadi pemberat laju IHSG awal pekan ini. Indeks sektor properti terpangkas 1,02 persen, iikuti keuangan 1 persen, pertanian 0,92 persen, dan industri aneka 0,83 persen.

Tak ada satupun indeks sektor saham yang bisa bergerak menguat di tengah hantaman sentimen negatif ini.

Jatuhnya IHSG langsung membuat indeks saham acuan lain rontok. Dua indeks saham syariah bahkan melemah cukup signifikan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mengawali perdagangan dengan melemah 0,90 poin (0,54%) ke level 165,39. Sebanyak 26 emiten bergerak turun melemah sedangkan 4 lainnya mampu menembus zona hijau.

Pelaku pasar sudah memperdagangkan 110.306 saham syariah dengan nilai transaksi mencapai Rp 26,71 miliar.

ISSI juga tak mampu berkutik di sesi pembukaan usai turun 0,96 poin (0,58%) ke level 165,33.

Sementara saham-saham bluechip syariah juga tak bisa berbuat banyak. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) dibuka melemah 5,28 poin (0,78%) ke level 675,11.

JII kembali terpangkas 5,52 poin (0,81%) menjadi 674,87 di sesi pra pembukaan.

Sentimen turunnya harga minyak mentah dunia memang membuat pelaku pasar khawatir. Terlihat dari laju bursa saham regional yang seluruh jatuh ke zona merah.

Indeks Nikkei dan Hang Seng yang mengawali perdagangan di teritori negatif kini sudah melemah masing-masing 1,32 persen dan 1,47 persen. Koreksi juga dialami Shanghai Composite, Kospi Korea, dan Strait Times Singapura.

Dari pasar keuangan, kondisi tak jauh berbeda. Rupiah sempat tertekan dan menembus level 12.550 per dolar AS.

Rupiah saat ini telah terdepresiasi 122 poin (0,98%) menjadi 12.589 per dolar AS.

Beri Komentar