Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Serbuan sentimen negatif yang muncul dari kawasan regional dan global benar-benar membuat rontok pasar modal Indonesia. Belum lagi kurs rupiah yang menembus level 12.500 per dolar AS semakin mengkhawatirkan pelaku pasar.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 15 Desember 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung rontok 36,17 poin (0,70%) menuju 5.124,26.
Di sesi pembukaan, IHSG semakin tersungkut usai melemah 38,65 poin (0,75%) ke level 5.121,77.
Laju IHSG memang langsung terasa berat di awal perdagangan ini. Lanta bursa hanya mencatat 5 emiten yang bergerak menguat. Sebaliknya, 35 lainnya justru kompak terjun ke zona merah.
Transaksi perdagangan mencapai 127,548 lembar saham bernilai Rp 42,37 miliar. Pemodal asing yang sempat melakukan aksi belanja akhir pekan lalu kini mencetak nett sell Rp 15 miliar.
Emiten properti menjadi pemberat laju IHSG awal pekan ini. Indeks sektor properti terpangkas 1,02 persen, iikuti keuangan 1 persen, pertanian 0,92 persen, dan industri aneka 0,83 persen.
Tak ada satupun indeks sektor saham yang bisa bergerak menguat di tengah hantaman sentimen negatif ini.
Jatuhnya IHSG langsung membuat indeks saham acuan lain rontok. Dua indeks saham syariah bahkan melemah cukup signifikan.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mengawali perdagangan dengan melemah 0,90 poin (0,54%) ke level 165,39. Sebanyak 26 emiten bergerak turun melemah sedangkan 4 lainnya mampu menembus zona hijau.
Pelaku pasar sudah memperdagangkan 110.306 saham syariah dengan nilai transaksi mencapai Rp 26,71 miliar.
ISSI juga tak mampu berkutik di sesi pembukaan usai turun 0,96 poin (0,58%) ke level 165,33.
Sementara saham-saham bluechip syariah juga tak bisa berbuat banyak. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) dibuka melemah 5,28 poin (0,78%) ke level 675,11.
JII kembali terpangkas 5,52 poin (0,81%) menjadi 674,87 di sesi pra pembukaan.
Sentimen turunnya harga minyak mentah dunia memang membuat pelaku pasar khawatir. Terlihat dari laju bursa saham regional yang seluruh jatuh ke zona merah.
Indeks Nikkei dan Hang Seng yang mengawali perdagangan di teritori negatif kini sudah melemah masing-masing 1,32 persen dan 1,47 persen. Koreksi juga dialami Shanghai Composite, Kospi Korea, dan Strait Times Singapura.
Dari pasar keuangan, kondisi tak jauh berbeda. Rupiah sempat tertekan dan menembus level 12.550 per dolar AS.
Rupiah saat ini telah terdepresiasi 122 poin (0,98%) menjadi 12.589 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya