Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham Indonesia kembali terpuruk seiring tekanan yang semakin berat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan harus rela kembali terperosok di bawah level 5.100.
Pelaku pasar tampaknya cukup khawatir dengan laju rupiah yang semakin melemah. Pagi ini, kurs rupiah dibuka di posisi 12.890 per dolar AS.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 16 Desember 2014, IHSG jatuh 40,48 poin (0,79%) ke level 5.067,95.
Laju IHSG semakin tak berkutik di sesi pembukaan usai kembali terpangkas 65,73 poin (1,29%) ke level 5.042,70.
Hingga 17 menit waktu perdagangan, seluruh indeks saham acuan benar-benar berada dalam tekanan. IHSG juga sudah terpangkas hingga 74,80 poin (1,46%) ke level 5.033,63.
Indeks sektor properti dan pertambangan mendapat tekanan jual yang hebat di awal perdagangan ini. Kedua indeks saham ini tutun 2,88 persen dan 2,27 persen.
Beruntung masih ada emiten pertanian yang masih bisa menguat 1,39 persen.
Tercatat suda 11,68 miliar saham yang diperdagangkan pelaku pasar. Dana yang bergulir mencapai Rp 859,08 miliar. Investor asing lagi-lagi melakukan aksi jual dengan nett sell sekitar Rp 96 miliar.
Aksi jual beli pelaku pasar kali ini menyebabkan 207 emiten rontok. Hanya ada 22 emiten yang bergerak menguat dan 39 lainnya stagnan.
Sentimen negatif yang diterima pelaku pasar juga berimbas pada laju indeks saham syariah di BEI.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka melemah di level 163,15. Pada penutupan kemarin, ISSI berada di level 164,54.
Hingga 17 menit waktu perdagangan saham, ISSI telah terpangkas 2,43 poin (1,48%) ke level 162,10.
Dominasi koreksi harga saham mewarnai daftar penghuni ISSI dengan emiten sebanyak 138. Hanya 20 emiten yang masih sanggup bergerak menguat.
Pelaku pasar mentransaksikan tak kurang dari 8,48 miliar saham dengan dana Rp 709,87 miliar.
Koreksi tajam juga dialami indeks saham bluechips syariah yang dibuka melemah di level 666,52.
Jakarta Islamic Index (JII) saat ini sudah terkoreksi hingga 11,42 poin (1,69%) ke level 662,85.
Tak hanya bursa saham Indonesia yang tengah tertekan hebat. Hampir seluruh indeks saham acuan di kawasa Asia dibuka melemah.
Nikkei Jepang yang sempat dibuka menguat kini sudah terpangkas 1,85 persen. Begitu pula Hang Seng yang melemah sejak awal pembukaan kini sudah terkoreksi 0,84 persen.
Indeks Shanghai Composite menjadi satu-satunya indeks saham di Asia yang masih bisa menguat usai naik 1,29 persen.
Dari pasar keuangam, rupiah terus mencoba melawan aksi beli dolar yang dilakukan publik. Sempat menguat ke level 12.705, rupiah saat ini terdepresiasi 170 poin (1,34%) menjadi 12.883 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya