7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Sopir Angkot Ini Blak-blakan Cerita Penghasilan Saat Ketemu Menteri Sandiaga Uno, Masihkan Menjanjikan? (Instagram @sandiuno)
Dream - Angkutan kota atau kerap disebut angkot menjadi moda transportasi yang melegenda. Meskipun saat ini harus bersaing dengan transportasi massal seperti KRL, TransJakarta, hingga ojek online (ojol), keberadaannya masih eksis.
Namun, apakah penghasilan angkot masih menjanjikan?
Dilihat dari sejarahnya, melansir Historia, angkot pertama kali muncul di Ibu Kota Jakarta sekitar tahun 1935 dengan nama oplet. Kemudian mulai muncul di kota lain seperti Batavia, Malang, dan Surabaya, dengan sebutan angkot.
Pak Haji Ade, salah satu sopir angkot dari Bandung yang masih eksis hingga saat ini. Pria berpeci ini mulai menjadi sopir angkot di tahun 1980-an. Dia mengungkap saat ini pendapatannya menurun drastis.
Pengakuan itu terlihat dari unggahan Instagram Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno yang menaiki angkot setelah berolahraga di Minggu pagi di Taman Sukajadi dan bertemu Pak Haji Ade.
Ketika ditanya penghasilan di tengah pariwisata di Bandung yang sudah meningkat, bapak yang sudah berusia 60 tahun itu mengatakan penghasilannya tidak sebanyak dahulu.

“ Kalau buat sekarang mah menurun drastis (orang naik angkot menurun),” katanya menjawab pertanyaan Sandi, dalam video unggahan @sandiuno.
Angkot hijaunya itu mampu mengangkut penumpang maksimal 12 orang. Sandiaga pun berharap penghasilan dari Pak Haji Ade bisa meningkat.
Ditanya lebih rinci terkait nominal penghasilan bersihnya, bapak yang mempunyai lima anak ini menyebut, untuk hari Minggu bisa mencapai Rp200 ribu. Angka itu sudah berish dari potongan uang bensin dan setoran.
“ Kalau tiap hari Minggu kadang-kadang masih kebagian Rp200 ribu (bersih),” Pak Haji Ade menghitung.
“ Kalau rata-ratanya 100 berarti 3 juta per bulan gitu ya Pak Haji Ade,” timpal Sandiaga Uno.
Dengan demikian, Pak Haji Ade yang sudah berkiprah di dunia perangkotan selama 40 tahunan itu bisa meraup penghasilan Rp3 juta per bulan.
“ Saya salut dengan beliau, sudah berusia 60 tahun, namun semangatnya betul-betul luar biasa. Pantang mundur mencari rezeki. Hatur nuhun pisan Pak Haji Ade, mudah-mudahan rezekinya lancar dan sehat selalu! Aamiin yra,” tulis Sandiaga Uno.
View this post on Instagram
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?