Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menkeu Sri Mulyani Indrawati
Dream - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, optimistis pendapatan nasional bakal menyentuh Rp1.916 triliun di akhir tahun atau tumbuh 16,3 persen dari Oktober. Kondisi ini terlihat dari sejumlah pertumbuhan yang terjadi seiring melandainya kasus Covid-19.
" Kita proyeksikan akan mencapai 16,3 (persen) growth-nya, terus nominalnya Rp1.916 triliun, kita akan lihat nanti komponennya sudah kita identified," ujar Sri Mulyani, dikutip dari Merdeka.com.
Sementara pertumbuhan pendapatan hingga Oktober sendiri tercatat di angka Rp1.510 triliun. Tingkat pertumbuhan tercatat sebesar 18,2 persen.
" Growth dari penerimaan negara kita tumbuhnya 18,2, pajak tumbuhnya 15,3 persen," kata Sri Mulyani.
Pertumbuhan ini disokong oleh banyak aspek sebagai dampak sokongan Pemerintah terhadap dunia usaha. Sejumlah insentif dari Pemerintah mampu mendongkrak perekonomian sepanjang tahun ini.
" Basis tahun lalu yang rendah, sekarang kemampuan kita pick-up cukup tinggi," kata dia.
Pertumbuhan juga terjadi pada Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam negeri sebesar 13,3 persen, Pajak Penghasilan (PPh) Badan 13,4 persen, serta PPN impor 32,3 persen yang mendorong peningkatan dari lini bea cukai sebanyak sembilan kali lipat.
" Makanya neraca pembayaran untuk trade account kita luar biasa dari sisi positifnya," kata dia.
Menurut Sri Mulyani, catatan positif ini menunjukkan underlying kegiatan ekonomi mulai berdegup. Meskipun saat ini hantaman varian Delta masih berlangsung.
Covid-19 varian Delta, kata dia, memicu konsumsi masyarakat turun drastis dari di atas 5 persen menjadi 1 persen. Meski begitu, aktivitas masyarakat tidak langsung berhenti sehingga dia cukup optimistis pemulihan dapat berjalan baik hingga akhir tahun.
" Dengan tren ini sampai dengan akhir tahun kita berharap permintaan dari sisi penerimaan Negara itu kita akan lebih dari yang kita taruh di dalam Undang-undang APBN," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya