7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Menjadi Jenius Memang Sulit, Tapi Bukan Ini Yang Menjadi Inspirasi Banyak Orang. (Foto: Shutterstock)
Dream – Jutaan ilmuwan muda umumnya berharap bisa menjadi Albert Einstein berikutnya. Namun studi terbaru mengatakan para ilmuwan seharusnya mengidolakan Nikola Tesla dan Thomas Edison.
Dikutip dari studyfinds.org, para peneliti dari Penn State University, Amerika Serikat, mengatakan para pemuda seharusnya lebih termotivasi melihat kesuksesan seseorang melalui kerja keras, bukan dari kecerdasan semata.
Mahasiswa doktoral Penn State University, Danfei Hu, mengatakan tak sependapat dengan pernyataan yang menyatakan seseorang harus jenius terlebih dahulu jika ingin menjadi ilmuwan.
menurut Danfei ada banyak faktor yang menghalangi orang untuk mengejar ilmu pengetahuan sains dan karier yang hebat.
“ Bekerja keras merupakan hal normal dalam sains dan bakat luar biasa (jenius) bukanlah sebuah prasyarat untuk berhasil dalam sains. Sangat penting untuk membagikan pesan ini kepada masyarakat luas,” kata Danfei.
Menurut penelitian yang dilakukan, banyak siswa yang ingin berkarir di bidang sains akhirnya menyerah pada ambisi mereka. Fenomena ini disebut " leaking STEM pipeline" . Hal ini terjadi lantaran banyak orang yang percaya bahwa untuk menjadi seorang ilmuwan, kamu harus jenius.
" Kerja keras adalah kunci penting kesuksesan seseorang. Dengan adanya kerja keras memunculkan dampak yang signifikan apakah seseorang akan berhasil," tambah asisten profesor psikologi di Universitas William Paterson, Janet N. Ahn.
Para peneliti melakukan tiga percobaan yang dilakukan dengan teori ini. Yang pertama melibatkan 176 orang, yang kedua termasuk 162, dan yang ketiga menampilkan 288 peserta.
Penelitian tersebut mengharuskan para responden membaca kisah hidup Albert Einstein. Kemudian memunculkan hasil dimana setengah lebih responden lebih percaya kesuksesan Einstein karena " kecemerlangan alami" dan setengah lainnya mengaitkan kesuksesan Edison merupakan hasil dari kerja keras.
" Ini menunjukan bahwa orang-orang pada umumnya memandang Einstein sebagai jenius, dengan keberhasilannya yang berkaitan dengan bakat luar biasa," kata Danfei.
" Edison, di sisi lain, dikenal karena kegagalannya lebih dari seribu kali ketika mencoba membuat bola lampu, dan keberhasilannya biasanya terkait dengan kegigihan dan ketekunannya."
Para peneliti percaya bahwa temuannya akan membantu masyarakat luas terutama pada pendidikan sains di mana menjadi seorang ilmuwan tidak memerlukan hanya membutuhkan " kejeniusan" tetapi juga membutuhkan " kerja keras."
" Informasi ini dapat membantu membentuk bahasa yang kami gunakan dalam buku pelajaran dan rencana pelajaran serta wacana publik mengenai apa yang diperlukan untuk berhasil dalam sains," kata dia.
“ Kaum muda selalu berusaha mencari inspirasi dari dan meniru orang-orang di sekitar mereka. Jika kita dapat mengirim pesan bahwa berjuang untuk sukses adalah normal, itu bisa sangat bermanfaat,” tutup Danfei.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?