Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ada Seorang Miliarder Yang Mendapatkan Subsidi Rp19 Miliar Untuk Membayar Upah Karyawan. (Foto: Shutterstock)
Dream – Miliarder Amerika Serikat, Julian Robertson, mendapatkan subsidi upah senilai US$1,3 juta atau sekitar Rp19,43 miliar dari pemerintah New Zealand. Subsidi yang didapatkan pemilik pondok wisata di New Zealand ini akan digunakan untuk membayar gaji karyawan yang tersebar di empat bisnis pondok golf yang dia jalankan.
Juru bicara Robertson menyatakan, industri pariwisata dan perhotelan terdampak sangat keras oleh pandemi Corona.
" Pegawai kita adalah aset yang penting, dan pemerintah New Zealand telah memberi subsidi upah untuk membantu kami menjaga mereka," kata juru bicara Robertson dikutip dari Stuff, Sabtu 9 Mei 2020.
Robertson merupakan pemilik Waiaua Bay Farm, dengan bisnis turunan pondok golf kenamaan New Zealand Kauri Cliffs. Mantan Presiden AS, Barack Obama, pernah mengunjungi pondok golf ini pada 2018. Robertson juga memiliki pondok golf Cape Kidnappers di Hawke's Bay, Matakauri Lodge di Queenstwon, dan Dry River Wines di Martinborough.
Secara rinci, Cape Kidnappers menerima subsidi sebesar U$580.538 (Rp8,68 miliar) untuk 85 staf, Matakauri Lodge menerima US$193.999 (Rp2,90 miliar) untuk 39 staf, Dry River Wines menerima US$49.207 (Rp735,47 juta) untuk 7 staf dan Waiaua Bay Farm menerima US$462.494 (Rp6,91 miliar) untuk 67 staf.
Adapun pada tahun fiskal 2019, Waiaua Bay Farm meraup keuntungan US$11 juta (Rp164,41 miliar) dengan cadangan kas US$14 juta (Rp209,24 miliar).
Sementara, kebijakan pemberian subsidi upah bagi miliarder ini menuai kecaman dari beberapa pihak karena hanya membantu perusahaan besar.
Meskipun demikian, Robertson berkontribusi cukup banyak untuk masyarakat dan komunitas dengan membuka beasiswa hingga mendonasikan hartanya ke galeri seni.
(Sumber: Liputan6.com/Athika Rahma)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya