Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Gaji yang diterima seseorang ternyata bisa memengaruhi kondisi kesehatan. Dalam sebuah studi yang diterbitkan jurnal medis JAMA mengungkap, bahwa pekerja paruh baya yang cenderung mendapatkan upah rendah memiliki risiko kematian yang lebih tinggi.
Para peneliti dari Mailman School of Public Health Universitas Columbia telah mengamati pekerjaan dan metrik kesehatan untuk sekitar 4.000 pekerja di Amerika Serikat (AS) selama periode 12 tahun.
Menggunakan data dari Studi Kesehatan dan Pensiun Universitas Michigan yang dikumpulkan antara tahun 1992 dan 2018. Semua peserta berusia sekitar 50 tahun pada awal masa studi dan 60 tahunan pada akhir masa studi.
Hasilnya, pekerja yang memiliki riwayat upah rendah dengan pendapatan tahunan di bawah garis kemiskinan untuk keluarga beranggotakan empat orang, 38 persen lebih mungkin meninggal selama 12 tahun dibandingkan mereka yang tidak pernah mengalami pendapatan rendah.
Risikonya dua kali lebih tinggi untuk orang yang memiliki pekerjaan tidak tetap dan selalu memperoleh bayaran rendah.
Peneliti mengatakan, ada hubungan yang kuat antara status sosial ekonomi dan kesehatan. Upah “ menangkap aspek pendapatan dan pekerjaan yang dapat memengaruhi kesehatan dengan cara yang berbeda,” tulis mereka.
Pekerja dengan upah rendah termasuk di antara “ yang paling rentan dalam angkatan kerja,” karena mereka secara tidak proporsional melakukan pekerjaan dengan paparan bahaya di tempat kerja, stres kerja, dan risiko kesehatan lainnya yang tinggi.
Pekerja berpenghasilan rendah dan menengah, terutama dari industri rekreasi dan perhotelan, biasanya mengalami pertumbuhan upah yang lebih cepat daripada mereka yang berpenghasilan lebih tinggi.
Namun, pendapatan rumah tangga tetap tidak merata dan mereka terus dirugikan akibat terjadinya inflasi.
Peneliti Federal Reserve Bank of Dallas menyebutkan, sebagian besar pendapatan rumah tangga berpenghasilan rendah digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti makanan, gas, dan sewa tempat tinggal. Lalu, mereka juga tidak memiliki tabungan.
Pergeseran komposisi pasar tenaga kerja dan kurangnya jumlah tenaga pekerja di daerah telah mendorong kenaikan upah di Amerika Serikat selama dua tahun terakhir.
Namun, umumnya kenaikan upah itu tidak dapat mengimbangi inflasi harga yang tinggi.
Menurut Indeks Biaya Ketenagakerjaan Biro Statistik Tenaga Kerja AS, jika menyesuaikan inflasi, upah dan gaji turun sebanyak 1,2 persen untuk setahun.
Sumber: CNN
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya