Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Karyawati Sedang Membaca E-mail Dari Kantor. (Foto: Shutterstock)
Dream – Ada cara yang “ menyenangkan” untuk lebih produktif di kantor dan tekanan berkurang. Caranya adalah kurangi mengecek e-mail.
Dikutip dari studyfinds.org, Senin 29 April 2019, ada sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of Applied Psychology.
Periset dari Michigan State University mengatakan memantau e-mail sepanjang hari bisa membuat orang tertekan, terutama pada manajer. Karyawan senior menghabiskan lebih dari 90 menit untuk kembali fokus bekerja dari “ gangguan” e-mail.
Bagi para manajer, gangguan yang disebabkan oleh e-mail bisa memiliki konsekuensi yang lebih luas.
“ Seperti alat-alat pada umumnya, e-mail berguna. Tapi, kalau digunakan secara berlebihan, bisa mengganggu, bahkan merusak,” kata Profesor Manajemen Michigan State University, Russell Johnson.
Johnson mengatakan, ketika manajer dan karyawan lainnya berusaha fokus dari gangguan e-mail, mereka dianggap gagal memenuhi tujuan.
“ Mereka mengabaikan tanggung jawab manajer dan bawahan mereka tidak memiliki perilaku kepemimpinan yang dibutuhkan untuk berkembang,” kata dia. (ism)
Johnson menemukan manajer “ sukses” pulih dari gangguan itu dengan membatasi tugas kepemimpinan dan mengurangi baca e-mail. Misalnya, tugas untuk pertumbuhan jangka panjang dan pengembangan tim.
Mereka lebih fokus terhadap tugas sehari-hari. Keputusan ini dirasa baik dan strategis. Manajer merasa lebih produktif.
Johnson mengatakan para peneliti mensurvei 48 orang manajer dua kali sehari dalam dua minggu. Manajer melaporkan frekuensi dan permintaan e-mail, persepsi tentang kemajuan pekerjaan dalam tugas inti pekerjaan, dan seberapa sering terlibat dalam membantu tim.
“ Kami menemukan bahwa pada hari-hari ketika manajer melaporkan permintaan e-mail tinggi, mereka merasa kemajuan pekerjaan lebih rendah. Efektivitas perilaku kepemimpinan menjadi lebih sedikit,” dia.
Johsnon mengatakan, ketika manajer tidak memimpin, bawahan mereka dan produktivitasnya akan terkena imbasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya