Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Dalam konsep keimanan, seorang Muslim dituntut meyakini keberadaan Kitab Suci. Tidak hanya Alquran, melainkan tiga Kitab Suci yang diturunkan sebelumnya yaitu Taurat, Zabur, dan Injil.
BACA JUGA: Kitab Taurat Dengan Bahasa Ibrani Dan Mengetahui Kitab-Kitab Lainnya
Perintah untuk beriman kepada Kitab-kitab Suci salah satunya tertera pada firman Allah dalam Surat An Nisa ayat 136.
" Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (Alquran) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh."
Meski sama-sama Kitab Suci, Alquran memiliki perbedaan dengan tiga kitab lainnya. Terutama mengenai cara diturunkannya.
Dikutip dari Islami, dalam Surat Ali Imron ayat 3-4 diterangkan fungsi diturunkannya Alquran kepada Rasulullah Muhammad SAW.
" Dia menurunkan Kitab (Alquran) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan Injil sebelumnya, sebagai petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqan. Sungguh, orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh azab yang berat. Allah Maha Perkasa lagi mempunyai hukuman."
Imam Jalaluddin Al Mahalli dalam kitab Tafsir Jalalain membahas maksud ayat ini. Dia menyoroti pada penggunaan kata 'nazzala' yang dipakai untuk Alquran dengan 'anzala' untuk Kitab Suci lainnya.
Penggunaan kata 'anzala' menunjukkan sebuah Kitab Suci diturunkan sekali saja dan secara penuh. Hal ini berlaku pada Taurat dan Zabur.
Sedangkan digunakan kata 'nazzala' pada Alquran menunujukkan Kitab Suci umat Islam tersebut diturunkan secara berangsur-angsur dan tidak hanya dalam satu waktu. Hal ini hanya berlaku untuk Alquran.
Dasar dari hal ini adalah Surat Al Isra ayat 106.
" Dan Alquran (Kami turunkan) berangsur-angsur agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami menurunkannya secara bertahap."
Namun demikian, penurunan Alquran juga menggunakan kata 'anzala'. Artinya, Alquran juga diturunkan secara sekaligus pada Lailatul Qadar, seperti tertuang dalam Surat Al Qadr ayat 1.
" Sesungguhnya Kami telah menurunkan Alquran pada Malam Qadar."
Para ulama lalu menyimpulkan Alquran turun secara keseluruhan dalam satu waktu dari Lauh Mahfudz ke Baitul Izzah (langit dunia) saat Lailatul Qadar. Lalu, Alquran diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW selama 22 tahun.
(ism, Sumber: Islami.co)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya