Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
BRIsyariah Menggandeng Paytren Untuk Menghadapi Disrupsi Pasar. (Foto: BRIsyariah)
Dream – Disrupsi pasar menghadirkan pesaing bagi bank. Kini, bank tak hanya berkompetisi dengan sesama bank, tetapi juga financial technology (fintech).
“ Tapi, kini, banyak yang beranggapan bank berkompetisi dengan penyedia jasa keuangan non bank yang menghadirkan produk alat pembayaran digital atau fintech,” kata Direktur Utama PT BRIsyariah Tbk, Moch. Hadi Santoso, di Bandung, Jawa Barat, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 26 April 2019.
Hadi mengatakan, untuk menghadapi disrupsi pasar, pihaknya menggandeng para pelaku industri pembayaran digital. Salah satunya adalah PT Veritra Sentosa International (Paytren).
Penandatanganan kerja sam ini dilakukan oleh Direktur Bisnis BRIsyariah, Kokok Alun Akbar, bersama Direktur Utama Paytren, Hari Prabowo.
Penandatanganan ini disaksikan oleh Hadi selaku pimpinan BRIsyariah, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero), Suprajarto, Komisaris Paytren Ustaz Yusuf Mansur, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro, dan Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Ventje Rahardjo.
Penandatanganan nota kesepahaman ini bertujuan untuk menggalang sinergi dan potensi yang telah dimiliki oleh kedua belak pihak. Kerja sama Paytren sebagai penyedia jasa sistem pembayaran syariah berbasis server dengan BRIsyariah akan meningkatkan potensi kedua pihak. Hal tersebut dinilai dapat mendorong perkembangan market share perekonomian syariah.
Hadi berharap penandatangan nota kesepahaman ini diharapkan bisa menjadi awal dari sinergi bisnis antara kedua belah pihak. Dia juga berharap kerja sama tersebut bisa berdampak positif terhadap perkembangan sistem pembayaran di Indonesia.
“ Alih-alih berkompetisi, baiknya kita berkolaborasi mengembangkan digital sharia economy. Jika kita berkolaborasi, bukan mustahil market share keuangan syariah di Indonesia akan melesat. Ditambah pula dengan tren industri halal yang dewasa ini berkembang pesat,” kata dia.
Hadi mengatakan pihaknya menyediakan layanan digital untuk isi saldo uang elektronik Paytren, on board rekening, transfer remitansi, dan Payment Point Online Bank (PPOB).
Ada juga co branding BRIsyariah, pembayaran pendidikan, pengelolaan floating fund, dan jasa layanan perbankan syariah lainnya.
“ (Ada) jasa layanan perbankan syariah lainnya bagi Paytren, seperti pemanfaatan agen Laku Pandai, fasilitas talangan haji dan umroh di BRIsyariah, serta kerja sama lainnya yang telah disepakati bersama,” kata dia.
Hadi juga mengatakan kesepakatan ini bisa memberikan solusi terbaik bagi nasabah dalam bertransaksi sesuai prinsip syariah. “ Selanjutnya, dapat ditingkatkan dengan payung hokum kerja sama bisnis lainnya,” kata dia. (ism)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?