Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Ilustrasi Memegang Al-Quran. (Foto: Freepik.com)
Dream – Surat At Takatsur tergolong ke dalam kumpulan juz 30 yang kerap dibaca ketika sholat. Surat ini hanya terdiri dari 8 ayat pendek-pendek sehingga mudah untuk dihafalkan. Penyebutan At Takatsur sendiri diambil dari ayat pertama yang artinya saling memperbanyak atau saling bermegah-megahan.
Mayoritas ulama berpendapat surat At Takatsur turun sebelum Nabi SAW hijrah ke Madinah, sehingga termasuk surat Makkiyyah. Asbabun Nuzul surat At Takatsur berkaitan dengan problematika dua suku di Makkah yang saling membanggakan sukunya masing-masing.
Secara keseluruhan, surat ini berisi ancaman terhadap mereka yang terlena oleh gemerlapnya duniawi dan membanggakan sesuatu yang tidak kekal sifatnya. Padahal segala yang ada di dunia ini adalah fana, sedangkan yang kekal hanya di akhirat nanti.
Surat At Takatsur mengingatkan kepada kita bahwa apa yang ada di dunia hanyalah titipan dari Allah SWT. Agar lebih jelas lagi, mari kita simak ulasan selengkapnya berikut ini tentang isi kandungan dak hikmah dari surat At Takatsur.
Istilah At Takatsur diambil dari kata katsrah yang artinya banyak. Dikutip dari Al-Quran Digital Dream.co.id, berikut bacaan quran surah At Takatsur ayat 1-8 lengkap latin dan terjemahannya.
اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ
Al-haakumut-Takatsur
Artinya: Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ
Hatta zurtumul-maqaabir
Artinya: Sampai kamu masuk ke dalam kubur.
كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ
Kalla saufa ta’lamun
Artinya: Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ
Tsumma kalla saufa ta’lamun
Artinya: Kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui.
كَلَّا لَوْ تَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنِۗ
Kalla lau ta’lamuna ‘ilmal-yaqin
Artinya: Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti,
لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمَۙ
Latarawunnal-jahim
Artinya: Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim,
ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنِۙ
Tsumma latarawunnaha 'ainal-yaqin
Artinya: Kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri,
ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَىِٕذٍ عَنِ النَّعِيْمِ ࣖ
Tsumma latus`alunna yauma izin ‘anin-na’im
Artinya: Kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu).

Surat At Takatsur turun karena sebagai teguran kepada dua pihak atau lebih yang saling bersaing satu sama lain. Semua pihak berusaha memperbanyak dan seakan sama-sama mengaku memiliki lebih danyak dari pihak lain atau yang menjadi saingannya itu.
Setiap pihak membanggakan golongannya sendiri atas kepemilikan yang mereka punya. Maka dari itu, kata at Takatsur ini berarti digunakan untuk menyebut mereka yang saling membanggakan diri dan sesuatu yang dimilikinya secara berlebihan.
Perilaku persaingan yang tidak sehat ini bisa membuat seseorang lalai hingga mengabaikan norma dan nilai-nilai agama yang luhur. Dengan demikian, ayat-ayat dalam surat At Takatsur mengecam persaingan yang mereka lakukan karena mengakibatkan mereka terlena dan mengabaikan hal-hal yang lebih penting, yaitu beribadah dan saling tolong menolong.
Disebutkan juga dalam Tafsir al Misbah, paling sedikit ada tiga ayat yang menggambarkan faktor-faktor yang bisa membuat manusia terlena, yaitu angan-angan kosong (surat al Hijr ayat 3), perniagaan dan jual beli (surat An Nur ayat 7), serta harta dan anak-anak (surat al Munafiqun ayat 9).
Ketiga hal tersebut bisa membuat manusia lengah, sehingga akan mengantarkannya pada persaingan yang tidak sehat sampai-sampai mengantar mereka ke alam kubur. Mereka menghitung pula orang-orang yang telah mati di antara mereka.
Padahal persaingan memperebutkan hal-hal duniawi tidak akan membawa kepada kebahagiaan dan kepuasan bagi setiap manusia yang terlibat. Pada ayat 8 surat At Takatsur juga dijelaskan bahwa kenikmatan apapun bentuknya pasti akan dimintai pertanggungajwabannya kelak di akhirat.
Demikian itulah penjelasan pokok kandungan dan hikmat dari surat At Takatsur yang luar biasa sebagai pengingat bagi manusia untuk tidak terlena dengan kemegahan dunia. Kemajuan teknologi dan modernitas, apabila tidak disikapi secara bijak dengan memegang teguh nilai agama maka bisa terjerumus pada kehidupan yang tidak baik.
Inilah mengapa penting bagi setiap Muslim untuk mengetahui isi kandungan dalam Surat At Takatsur, sehingga kehidupan kita dunia bisa lebih seimbang dengan tetap memegang teguh nilai-nilai agama dan kemanusiaan.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya