Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Keluarga Ungkap Kejanggalan Kematian AKBP Buddy, Kasat Narkoba Pores Jaktim

Reporter : Dinda Permata Sari
Selasa, 2 Mei 2023 13:50
Keluarga Ungkap Kejanggalan Kematian AKBP Buddy, Kasat Narkoba Pores Jaktim
Keluarga menolak dugaan bunuh diri terkait meninggalnya AKBP Buddy.

Dream - Kabar duka datang dari Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur KBP Buddy Alfrits Towoliu yang ditemukan tewas di rel kereta di Jatinegara pada Sabtu, 29 April 2023. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Buddy diduga melakukan bunuh diri.

" Didapatkan untuk sementara hari dari langkah-langkah yang kita lakukan ini patut diduga bunuh diri, sementara ini dalam proses penyelidikan ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, dikutip dari Merdeka.com.

Namun, keluarga Buddy menolak dugaan tersebut. Paman Buddy, Cyprus A. Tatali, mengatakan, tak ada alasan bagi keponakannya untuk melakukan bunuh diri.

1 dari 3 halaman

" Karena apa, pertama dari kehidupan pribadi itu beliau enggak ada gangguan jiwa. Ke dua, keluarga sejahtera dan bahagia, karena selain istrinya juga bukan ibu rumah tangga, tapi dia juga usaha, anaknya sekarang di Akpol, anak yang nomor satu. Dari sisi itu kan tidak mungkin kalau masalah ekonomi," tegas Cyprus saat ditemui di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Sabtu 29 April 2023.

Ia mengatakan, aktivitas terakhir sebelum korban ditemukan tewas pun terbilang normal-normal saja. Di hari ditemukan tewas, AKBP Buddy bahkan tengah merehabilitasi ruang kerjanya.

“ Pagi tadi berangkat dia janjian dengan yang namanya Pak Neby, itu dia panggil ke kantornya untuk merehab gedung ruangan dia, beliau begitu dimana tempatkan baru minimal ruangannya tidak kumuh, bersih. Dimana-mana dia ditempatkan selalu ruangan dia maunya yang elegan, yang bagus,” ucap Cyprus dikutip dari Merdeka.com.

2 dari 3 halaman

Diduga Bunuh Diri, Keluarga Ungkap Kejanggalan Kematian AKBP Buddy

Cyprus mengungkapkan, pada pukul 09.00 WIB, ada yang menelpon keponakannya sebelum berangkat meninggalkan tempat kerjanya.

“ Nah dalam berbicara tadi jam 09.00 WIB, lewat ini, Polres Metro Jakarta Timur, ruang dia baru, untuk mau rehab ini tahu-tahu ada orang menelpon. Menelpon itu, setelah menelepon, beliau masih di ruangan dia dan tidak sampai satu jam setelah dia menelepon itu dia berangkat," ungkap Cyprus.

Cyprus merasa aneh, sebab mendiang Buddy meninggalkan kantor menggunakan taksi online. Padahal, hari itu ia membawa mobil pribadi.

" Nah berangkatnya anehnya dia naik Grab, katanya naik Grab, padahal dia ada mobil pribadi. Artinya kan bertanya juga keluarga kalau dia naik Grab, yang telepon ini berarti tidak selevel atau tidak di bawah dia. Dia butuh waktu, kecepatan kan kira-kira begitu," sambungnya.

3 dari 3 halaman

Namun, saat ini keterangan yang menyebut korban sempat mendapat telepon itu telah dicabut oleh pihak keluarga. Sebab, berdasarkan hasil penyelidikan jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur dan Puslabfor Polri tidak ditemukan jejak digital adanya orang misterius yang menghubungi korban.

Fondel, kakak sepupu korban, menuturkan keterangan Cyprus tersebut disampaikan karena banyaknya informasi simpang siur atas meninggalnya Buddy, sementara proses penyelidikan masih berjalan.

" Mungkin karena saat itu terburu-buru, dengan berbagai simpang siur berita sehingga semuanya belum terkoordinasi. Sehingga mungkin pernyataan itu dapat kita cabut, begitu," kata Fondel Towoliu di Mapolres Metro Jaktim, Senin 1 Mei 2023.

Ia mengatakan, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada kepolisian.

" Kami keluarga berharap kepolisian profesional dan kami keluarga menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada mekanisme kepolisian," ungkapnya dikutip dari Liputan6.com.

Beri Komentar