7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Satu Dari Lima Karyawan Kehilangan Pekerjaan Selama Masa Karantina Covid-19.
Dream – Kita semua tahu bahwa pandemi corona ini memukul banyak sektor dan membuat perekonomian menjadi sulit. Tak heran banyak orang kehilangan pekerjaan akibat Covid-19.
Dikutip dari World of Buzz, Jumat 5 Juni 2020, Jobstreet merilis survei terhadap lima ribu satuan kerja di Malaysia dan ditemukan bahwa 1 dari 5 orang Malaysia yang bekerja sebelum karantina kini kehilangan pekerjaan. Para pekerja ini berasal dari sektor pariwisata, hospitality, transportasi publik, pendidikan, dan industri ritel.
Dalam survei ini, ditemukan bahwa 54 persen di antaranya aktif mencari pekerjaan di Google dan melamar pekerjaan. Survei ini juga menunjukkan bahwa 35 persen orang Malaysia mengalami potong gaji lebih dari 30 persen selama masa karantina.
Melihat ini, Jobstreet menambahkan fitur baru di situsnya, yaitu “ Work Now”. Fitur ini dirancang untuk membantu para pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan. Ditambah lagi, fitur tersebut memberikan informasi kepada perusahaan potensial bahwa mereka siap untuk dipekerjakan, kata Chief Market Officer of SEEK Asia—induk perusahaan Jobstreet, Ramesh Rajandran.
“ Jobstreet punya peran penting selama waktu ini untuk membantu orang-orang Malaysia mengamankan pekerjaan yang tersedia dalam waktu seminimal mungkin dan membantu mereka untuk melalui krisis Covid-19,” kata Rajandran.
Dream - Pandemi virus corona yang sudah berlangsung selama beberapa bulan ini kerap membuat negara kesulitan, terutama di bidang perekonomian.
Setelah adanya penuran ekonomi akibat Covid-19, pemerintah Malaysia harus memberlakukan MCO/karantina wilayah yang memberikan dampak pada banyaknya masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan lonjakan pengangguran.
Menurut Shamsuddin Bardan, Direktur Eksekutif Fededari Pengusaha Malaysia (MEF), warga Malaysia harus bersiap diri menghadapi gelombang PHK dengan melakukan penghematan pasca hari raya Idulfitri.
![]()
Bardan menambahkan, pemutusan hubungan kerja (PHK) biasanya terjadi setelah musim lebaran karena biasanya para pengusaha akan menjaga para pekerja mereka selama masa perayaan.
MEF telah memprediksi akan ada lebih dari dua juta pekerja yang kehilangan pekerjaan termasuk para fresh graduates dan 610.000 pekerja yang telah kehilang pekerjaan sebelum Maret 2020.
Menghemat dengan mengurangi para pekerja mereka merupakan solusi bagi para pengusaha untuk memberikan pekerja mereka pesangon dan gaji pekerja yang masih menetap.
Shamsuddin merekomendasikan bahwa langkah-langkah tertentu dapat diambil oleh para pengusaha untuk tetap bertahan yaitu mengurangi insentif Dana Pegawai (EPF) yang dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja dari 11% menjadi 5%.
Dia juga merekomendasikan tarif tertinggi untuk pengurangan gaji dan jam kerja yang fleksibel sebagai kompromi dengan adanya kebijakan new normal.
Lebih lanjuta, ia mengatakan bahwa pemerintah telah membuat keputusan yang baik untuk mengurangi pekerja asing di pasar tradisional di seluruh pusat kota. Ini karena pasar tradisional akan lebih bersih dan aman tanpa pekerja asing.
Meskipun gaji pekerja lokal menjadi lebih tinggi, pengusaha dapat memangkas biaya karena mereka tidak harus membayar biaya izin dan dokumen kerja untuk pekerja asing.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?