Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
(Foto: Shutterstock.com)
Dream - Kementerian Kesehatan menurunkan batasan tarif tertinggi Rapid Diagnostic Test (RDT) Antigen. Tarif yang lebih terjangkau diharapkan semakin meningkatkan pelacakan terhadap kasus Covid-19.
" Dari hasil evaluasi, kami sepakati bahwa batas tarif tertinggi pemeriksaan Rapid Diagnostic Antigen diturunkan menjadi Rp99 ribu untuk daerah Jawa dan Bali, dan sebesar Rp109 ribu untuk luar Jawa dan Bali," ujar Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Abdul Qadir, dalam konferensi pers disiarkan kanal Kementerian Kesehatan.
Abdul Qadir mengatakan penurunan batas tarif atas ini dijalankan dengan mempertimbangkan beberapa hal. Di antaranya komponen jasa pelayanan, reagent dan barang habis pakai, biaya administrasi, dan lainnya yang disesuaikan dengan kondisi saat ini.
Dia pun meminta seluruh layanan kesehatan baik rumah sakit, laboratorium, dan fasilitas pemeriksa lainnya untuk menyesuaikan dengan tarif terkini yang sudah ditetapkan. Selain itu, Abdul Qadir meminta dinas kesehatan daerah untuk melakukan pembinaan dan pengawasan.
" Tentunya Pemerintah akan melakukan evaluasi batasan tarif tertinggi pemeriksaan Rapid Test PCR dan Rapid Diagnostic Test Antigen ini untuk ditinjau ulang secara berkala sesuai kebutuhan dan perkembangan pasar," kata dia.
Direktur Bidang Pengawasan bidang Pertahanan dan Keamanan BPKP, Faisal, mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi kembali harga acuan RDT Antigen. Dia menjelaskan perhitungan BPKP mempertimbangkan harga pasar dari bahan yang digunakan dalam RDT Antigen.
Faisal mengatakan saat ini sudah banyak alat tes antigen yang diproduksi di dalam negeri. Hal itu berkontribusi terhadap pasokan alat tes di pasaran.
" Sehingga berkontribusi membuat harga antigen dapat bersaing di pasaran," kata dia.
Dream - Kementerian Kesehatan menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo terkait harga tes Real Time PCR. Kemenkes menurunkan tarif batas atas PCR menjadi Rp495 ribu di Jawa-Bali dan Rp525 ribu di luar Jawa-Bali.
" Kami sepakati bahwa batas tarif tertinggi pemeriksaan Real Time PCR diturunkan menjadi Rp495 ribu untuk daerah Pulau Jawa dan Bali serta Rp525 ribu untuk daerah di luar Pulau Jawa dan Bali," ujar Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Abdul Kadir, dalam konferensi pers disiarkan kanal Kementerian Kesehatan RI.
Kadir mengatakan perubahan ini dilakukan dengan pertimbangan tarif yang ada saat ini sudah berlaku satu tahun. Selain itu, menyesuaikan biaya sejumlah komponen seperti pelayanan (Sumber Daya Manusia), reagent dan bahan habis pakai, biaya administrasi, dan overhead biaya lainnya.
Kadir meminta rumah sakit, laboratorium, dan fasilitas pemeriksaan lain untuk mematuhi tarif tersebut. Sedangkan untuk hasilnya, durasinya juga dipercepat.
" Hasil pemeriksaan Real Time PCR dengan batasan tarif tertinggi tersebut dikeluarkan dengan durasi maksimal 1x24 jam dari pengambilan swab pada pemeriksaan," kata Kadir.
Selanjutnya, Kadir berharap dinas kesehatan di kabupaten dan kota melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemberlakuan batas tarif tertinggi ini.
" Evaluasi batas tarif tertinggi pemeriksaan Real Time PCR ini akan ditinjau ulang secara berkala sesuai dengan kebutuhan," kata dia.
Dream - Presiden Joko Widodo segera menanggapi polemik mahalnya harga PCR untuk pelacakan Covid-19 di Indonesia. Dia mengakui, salah satu keberhasilan dalam penanganan Covid-19 adalah menurunkan harga PCR sehingga testing bisa diperbanyak.
" Saya sudah berbicara dengan Menteri Kesehatan mengenai hal ini, saya minta agar biaya tes PCR ini berada di kisaran Rp450 ribu sampai Rp550 ribu," ujar Jokowi dalam video yang disiarkan kanal Sekretariat Presiden.
Selain itu, Jokowi juga meminta hasil tes PCR bisa lebih cepat keluar. Selama ini, hasil tes PCR baru bisa diketahui setelah tiga hari.
" Saya minta agar tes PCR bisa diketahui hasilnya dalam waktu maksimal 1x24 jam. Kita butuh kecepatan," kata dia.
Harga PCR di Indonesia banyak mendapat keluhan lantaran terlalu mahal. Bahkan jauh lebih mahal dibandingkan dengan negara-negara lain.
Apalagi dengan India yang saat ini tarif PCR ditetapnya sebesar Rp96 ribu untuk laboratorium swasta. Bahkan gratis jika PCR dilakukan di rumah sakit ataupun laboratorium Pemerintah.
Tak hanya itu, masyarakat banyak mengeluhkan tarif PCR yang hampir setara dengan harga tiket pesawat. Sementara PCR kini menjadi syarat wajib untuk bepergian di tengah perpanjangan PPKM Level 4 selain kewajiban menunjukkan kartu atau sertifikat vaksinasi.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan