Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Kota di Jerman Kembali Lockdown Covid-19 Akibat Ulah Seorang Miliarder

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 25 Juni 2020 09:45
Kota di Jerman Kembali Lockdown Covid-19 Akibat Ulah Seorang Miliarder
"Kami kembali menerapkan pembatasan kontak seperti bulan Maret lalu," kata pemimpin negara bagian NRW, Armin Lachet.

Dream - Jerman terancam kembali memberlakukan lockdown akibat kesembronoan sebuah perusahaan daging di negara tersebut. Menteri Ketenagakerjaan Jerman, Hubertus Heil melaporkan pabrik pengolahan daging terbesar di Eropa telah menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 setelah 1.500 pegawainya tertular virus corona.  

Hubertus mengatakan, seluruh warga di wilayah kawasan pabrik tersebut tertawan oleh ulah kelalaian pabrik menjaga pegawainya yang sebagian besar berasal dari Rumania dan Bulgaria dari paparan virus Covid-19.  

Tingkat reproduksi virus corona di Jerman atau R rate kembali melonjak menjadi 2,88 dalam sepekan ini setelah muncul wabah di pabtik Gutersloh di North Rhine-Westphalia (NRW). Sekitar 70 orang telah dikarantina, sekolah dan Taman Kanak-Kanak terpaksa kembali ditutup paling tidak sampai liburan musim panas.

Pemimpin negara bagian NRW, Armin Lachet mengatakan pemerintah telah memberlakukan pembatasan kontak seperti sebelumnya sejak bulan lalu. Armin berjanji penerapan lockdown kali ini akan dikawasi lebih ketat dari sebelumnya.

" Kami kembali menerapkan pembatasan kontak seperti bulan Maret lalu," kata PM Armin Lachet.

1 dari 4 halaman

Warga Sekitar Ikut Tertular

Ilustrasi Pabrik Daging

Dilaporkan ratusan polisi telah dikerahkan untuk mengawal penerapan lockdon dan karantina ketat terhadap hampir 7000 pekerja pabrik pengolahan daging yang menjadi cluster baru di distrik Gütersloh. Namun, PM Armin Lachet mengatakan, bantuan kemanusiaan akan diberikan pada mereka yang terkena dampak lockdown.

Penerapan lockdown di distrik Gütersloh diakibatkan peningkatan angka peularan yang melonjak menjadi 1500 kasus. Selain terjadi pada pekerja pabrik pengolahan daging, beberapa keluarga juga tertular virus tersebut. Polisi saat ini juga telah membentuk tim khusus melakukan tes COVID-19.

2 dari 4 halaman

Kluster Baru di Pabrik Pengolahan Daging

Ilustrasi Pabrik Daging

Penerapan lockdown diberlakukan setelah penularan di pabrik pengolahan daging milik keluarga Tönnies meluas di kalangan pekerja akhir minggu lalu.

Otoritas kesehatan berupaya membatasi penularan yang sebagian besar terjadi di kalangan pekerja pabrik. Sejak hari Jumat 19 Juni 2020, pabrik yang berada di distrik Gütersloh itu sudah dilarang beroperasi dan karantina ketat diberlakukan kepada sekitar 7000 pekerja.

Untuk melakukan penelusuran ketat dan mengawasi penerapan karantina, otoritas kesehatan setempat meminta bantuan militer Jerman, Bundeswehr. Polisi dan militer menutup beberapa kompleks perumahan dengan memasang pagar kawat berduri.

Sebanyak 32 satuan tugas yang dibentuk untuk melakukan tes dan penelusuran kontak secara proaktif dengan mendatangi para pekerja di tempat mereka tinggal. Tim itu terdiri dari anggota kantor pemerintahan distrik, anggota dinas kesehatan, Palang Merah Jerman, anggota Bundeswehr dan tim penerjemah.

3 dari 4 halaman

Banyak Kritik Pedas Kepada Pemilik Pabrik

Pabrik pengolahan daging yang jadi sorotan itu milik keluarga Tönnies, pengusaha pengolahan daging terbesar Jerman. Kepala Distrik Gütersloh, Sven-Georg-Adenauer melontarkan kritik keras kepada pengelola pabrik yang " tidak bekerjasama" dengan baik.

" Pihak pabrik tidak mampu, atau tidak mau, menyerahkan daftar alamat dari 1300 pekerjanya," jelasnya.

Hal ini mempersulit aparat berwenang melakukan tracing pada seluruh pekerja pabrik. Anggota Bundeswehr lalu dikerahkan menjaga areal pabrik dan mengawasi pekerja yang keluar-masuk.



 

4 dari 4 halaman

Sang Pemilik Pabrik Minta Maaf

Ketua Tim Manajemen Krisis Covid-19, Thomas Kuhlbusch mengatakan dalam konferensi pers: " Kepercayaan kami terhadap perusahaan Tönnies saat ini adalah nol" .

Setelah berdiam diri cukup lama, pemilik pabrik Clemens Tönnies akhirnya muncul ke publik dan berjanji " akan melakukan perubahan" . Dia juga mengatakan perusahaannya kesulitan memberikan daftar alamat pekerja karena " alasan perlindungan data" .

Menteri Tenaga Kerja Jerman Hubertus Heil menegaskan, perusahaan Tönnies harus bertanggung jawab atas merebaknya infeksi Covid-19 di kalangan pekerjanya.

" Siapa yang melanggar aturan sehingga virus menyebar, harus bertanggung jawab juga secara finansial," katanya hari Minggu 21 Juni 2020 kepada wartawan.

Sebagian besar pekerja pabrik pengolahan daging di Jerman berasal dari Eropa Timur, terutama Rumania, Bulgaria dan Polandia. Pengamat sejak lama mengeritik kondisi sosial para pekerja dari luar Jerman yang tinggal secara berdesakan di apartemen-apartemen kecil. Juga kondisi kerja di pabrik sering dinilai tidak memadai.

(Sah, Sumber: theGuardian)

Beri Komentar