Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Orang Kaya.
Dream – Sebuah perusahaan agen properti mewah, Knight Frank, merilis survei terbaru, yaitu “ Wealth Report 2017”. Dalam survei tersebut, Knight Frank membeberkan kekhawatiran orang super kaya terhadap kekayaannya.
Dilansir dari Business Insider, Kamis 2 Maret 2017, Knight Frank mensurvei 900 bankir bank swasta dan penasihat kekayaan yang mewakili 10 ribu klien di seluruh dunia yang total aset klien mencapai US$2 triliun (Rp26.740 triliun).
Menurut survei itu, ternyata kekhawatiran orang tajir dengan kekayaan rata-rata sebesar US$30 juta (Rp401 juta) adalah cara melestarikan kekayaan, menghasilkan lebih banyak uang, dan menentukan pewaris kekayaan setelah mereka tiada.
Hasil survei menunjukkan orang super kaya lebih mencemaskan mempertahankan kekayaan daripada menambah pundi-pundi hartanya.
Hanya ada separuh orang kaya yang mencemaskan mewariskan kekayaan terhadap anak cucunya. Namun, orang super kaya tidak terlalu cemas terhadap risiko investasi yang berpotensi mengurangi jumlah asetnya.
Laporan Kinght Frank mencatat sebanyak 66 persen orang super kaya khawatir terhadap kelestarian kekayaan. Angka ini lebih tinggi dari mereka yang khawatir tentang menambah harta sebanyak 60 persen.
Sementara separuh orang super kaya yang disurvei Knight Frank mengaku khawatir tentang mewariskan kekayaan kepada generasi berikutnya. Kekhawatiran paling kecil adalah soal risiko investasi sebanyak 44 persen.
Survei soal perilaku ini menunjukkan kekhawatiran tentang kekayaan ini dipengaruhi oleh kondisi geopolitik, seperti kebijakan proteksi perdagangan yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya