Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Konferensi Pers Kinerja Tahun 2016 BSM (Dream.co.id/Arie Dwi Budiawati)
Dream - PT Bank Syariah Mandiri (BSM) membukukan laba bersih sebesar Rp325,4 miliar per Desember 2016. Perolehan anak usaha PT Bank Mandiri Tbk ini naik 12,38 persen dibandingka dengan laba Desember 2015 yang sebesar Rp289,6 miliar.
Direktur Utama BSM, Agus Sudiarto, mengatakan perolehan laba bersih ini berasal dari perbaikan aktiva produktif serta meningkatnya pendapatan bersih. Sumber lain adalah pengendalian biaya overhead serta penghematan biaya Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN).
" Total pendapatan bersih BSM per Desember 2016 naik sebesar 12,72 persen menjadi Rp4,9 triliun dari semula Rp4,4 triliun per Desember 2015," kata Agus dalam Press Conference Kinerja Tahun 2016 BSM di Jakarta, Rabu, 1 Maret 2016.
Agus mengatakan rasio pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing/NPF) nett turun dari 4,1 persen pada Desember 2015 menjadi 3,1 persen per Desember 2016. Agus mengatakan BSM berhasil mengumpulkan recovery ex write off termasuk marjin per Desember 2016 sebesar Rp537 miliar.
" Alhamdulillah, kinerja kami sudah on track semakin membaik," kata Agus.
BSM juga mencatat adanya kenaikan aset sebesar 12,03 persen menjadi Rp78,8 triliun pada Desember 2016. Peningkatan aset antara lain ditopang oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 12,62 persen menjadi Rp69,9 triliun pada Desember 2016.
" Sekitar 49,58 persen atau Rp34,7 triliun dari total DPK adalah dana murah (low cost fund)," kata dia.
Pembiayaan BSM pun tumbuh 8,8 persen dari Rp51,1 persen dari Desember 2015 menjadi Rp55,6 triliun per Desember 2016.
" Kami senantiasa konsisten untuk terus menumbuhkan pembiayaan dengan penjagaan kualitas agar perusahaan bisa menghasilkan profit yang optimal," kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya