Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Ada saja cara orang kaya menghabiskan uangnya. Mulai dari barang bermerek hingga tempat wisata menjadi sasaran untuk menghambur-hamburkan uang.
Tapi, orang-orang kaya enggan membeli barang ini. Dilansir dari CNBC, Senin 31 Oktober 2016, mereka justru menghindari tas mewah dan barang-barang berkelas atas.
Menurut laporan terbaru dari sebuah pasar barang mewah, Bain and Altagamma, pasar barang mewah naik 4 persen tahun ini menjadi 1,08 miliar euro (Rp15,39 triliun). Barang mewah menjadi salah satu kategori yang mengalami kontraksi. Nilainya pun turun 1 persen.
Beberapa faktor yang mendorong kategori barang mewah mengalami penurunan harga adalah turunnya nilai tukar di kota-kota fesyen, ada pemalsuan, dan banyak diskon.
“ Banyak konsumen yang mempertanyakan nilai asli barang bermerek yang mahal,” kata pakar di Bain and Altagamma. Claudia D’Arpizio.
Claudia mengatakan perjuangan pasar ritel kelas atas tak jauh berbeda dengan pasar ritel menengah kew bawah. Sejak tahun 2013, pasar ritel kelas atas ini tumbuh 23 persen. Pada akhir tahun ini, diprediksi pasar akan tumbuh 12 persen.
Diskon-diskon di ritel mewah membuat konsumen membeli 3-4 barang baru dan membuat mereka malas untuk termotivasi membeli barang-barang yang bernilai lebih tinggi. Faktor lainnya adalah belanja online.
Dengan adanya saluran tersebut, konsumen lebih mudah membandingkan harga dan membeli harga barang yang lebih murah.
Claudia mengatakan orang kaya saat ini cenderung mengalihkan belanjanya untuk wisata dan hiburan. Kebanyakan yang dibelinya adalah anggur mewah dan hotel mewah. Pertumbuhan pasar wisata mewah ini diprediksi akan meningkat 4 persen.
“ Ada kesempatan bagi ritel mewah untuk naik tingkat dengan meningkatkan pengalamannya dan memakai produk untuk mengajak orang kaya untuk memakai produk mereka,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya