Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil (kanan), Menyebut Bahan Cup Popmi Tak Akan Menggunakan Styrofoam. (Foto: Akun Facebook Ridwan Kamil)
Dream – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) akan mengganti kemasan styrofoam untuk produk mie instan dalam gelasnya, atau Popmie. Hal ini diungkapkan oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil.
Dilansir dari akun resmi Facebooknya, Ridwan Kamil, Jumat 28 Oktober 2016, pria yang akrab dipanggil Kang Emil ini mengatakan Indofood akan mengganti wadah pengganti untuk cup Popmie.
“ Alhamdulillah, setelah diskusi dari hati ke hati, Indofood selaku produsen Popmie akan mengganti styrofoam sebagai wadah cup Popmie,” kata Kang Emil.
Dia mengatakan bahan tersebut akan diganti dalam waktu dekat. Rencananya, perusahaan tersebut akan menerapkan wadah baru itu untuk distribusi di seluruh Indonesia.
“ Tidak hanya untuk wilayah Bandung, tapi untuk peredaran di seluruh Indonesia. Semoga masa depan kita makin lebih baik. Sukses selalu untuk Indofood. Hatur nuhun,” kata dia.
Benarkah demikian?
© Dream
Direktur Indofood, Fransiscus Welirang, membenarkan kabar tersebut. Emiten consumer goods ini memang berencana mengganti styrofoam untuk wadah Popmie. Alasannya, bahan tersebut tidak mudah diuraikan secara biologis.
“ Betul. Begini, styrofoam itu, kan, non degradable,” kata Fransciscus ketika dihubungi Dream, di Jakarta.
Dia mengatakan Indofood sedang mengkaji bahan alternatif sebagai pengganti styrofoam. Mereka tengah melakukan studi tentang bahan pengganti untuk cup Popmie.
“ Dari awal tahun, kami mempelajari pergantiannya, (lagi) studi. Popmie kan luas jangkauannya. Ada keamanan pangan dan itu sedang dikaji,” kata dia.
Sementara itu, General Manager Corporate Communication Indofood, Stefanus Indrayana, menambahkan kajian ini telah dilakukan sejak 1,5 tahun yang lalu. Studi pun dilakukan agar konsumen mendapatkan alternatif yang baik untuk konsumen.
“ (Pada dasarnya), selain aman, styrofoam yang food grade memberikan perlindungan terhadap konsumen sebagai insulasi panas dan perlindungan mutu produk,” kata Stefanus dalam pesan tertulis yang diterima Dream.
Diganti dengan kertas?
© Dream
Fransciscus menyebut kemasan styrofoam ini akan diganti dengan kertas. Kini, mereka sedang mengkaji kemungkinan kertas menjadi cup baru Popmie. Rencananya, tahun depan kemasan Popmie akan menggunakan kertas.
“ Pakai kertas. Tahun depan akan diganti,” kata dia.
Apa jenis kertas yang akan digunakan sebagai pengganti styrofoam? Fransciscus tidak menjawabnya.
Namun, Kang Emil, dalam komentarnya, menyebut kertas yang digunakan itu adalah kertas karton yang licin untuk bungkus susu.
“ Pake karton licin spt produk susu (Pakai karton licin seperti produk susu),” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya